6 Fakta Kasus Yaqut Cholil Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji

suara.com
18 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • KPK menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dugaan korupsi penentuan kuota haji 2023-2024.
  • Polemik bermula dari pembagian kuota tambahan haji 20.000 jemaah secara 50:50, melanggar UU Haji.
  • Pansus DPR menemukan indikasi manipulasi data Siskohat, berujung rekomendasi usut tuntas oleh aparat penegak hukum.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi telah mentapkan mantan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) alias Gus Yaqut sebagai tersangka.

Gus Yaqut jadi tersangka dalam perkara dugaan korupsi penentuan kuota haji Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2023-2024.

Hal ini dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK fitroh Rohcahyanto kepada jurnalis di Jakarta.

"Benar," ucap Fitroh pada Jumat (9/1/2026).

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut hak ribuan calon jemaah haji reguler yang telah mengantre belasan tahun.

Berikut adalah daftar fakta perjalanan kasus kuota haji 2024 hingga penetapan status tersangka eks Menag Yaqut:

1. Berawal dari polemik Kuota Tambahan 20.000 Jemaah

Kasus ini bermula ketika Arab Saudi memberikan kuota tambahan sebesar 20.000 jemaah untuk Indonesia pada musim haji 2024.

Alih-alih dialokasikan seluruhnya atau sebagian besar untuk jemaah haji reguler yang sudah mengantre panjang, Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan membagi kuota tersebut secara 50:50 untuk Haji Reguler dan Haji Khusus.

Baca Juga: Ikut Jadi Tersangka, Ini Peran Vital Gus Alex di Skandal Korupsi Kuota Haji

2. Pelanggaran UU Penyelenggaraan Haji dan Umrah

Pembagian 50:50 tersebut dinilai melanggar Pasal 64 ayat (2) UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Berdasarkan undang-undang, kuota haji tambahan seharusnya dialokasikan untuk jemaah haji reguler berdasarkan urutan nomor porsi. 92 persen untuk kuota reguler dan 8 persen untuk kuota haji khusus.

Kebijakan Menag Yaqut saat itu dianggap menyalahi prosedur hukum yang berlaku.

3. Pembentukan Pansus Haji DPR RI

Ketidakberesan distribusi kuota ini memicu berbagai tanggapan dan spekulasi dari berbagai pihak. Pada pertengahan 2024, DPR RI resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Haji.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Connie Rahakundini: Penanganan Terorisme Tak Boleh Jadi Tugas Harian TNI
• 18 jam lalukompas.com
thumb
KAI Divre IV Apresiasi Sinergi Stakeholder di Posko Nataru
• 18 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Era Baru Techno9 (NINE) di Tangan Investor Singapura Poh Golden Ger Resources
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
HUT Ke-53 PDIP Digelar di Ancol, Sekjen: Rakernas Bahas Sikap Politik hingga Geopolitik
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Jadwal Persebaya vs Malut United Hari Ini, Tayang di Mana?
• 1 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.