FAJAR, MAKASSAR — Kemampuan berkomunikasi di depan umum atau publicspeaking kini menjadi keterampilan esensial yang harus dipupuk sejak dini.
Menyadari hal tersebut, seorang mahasiswa yang tengah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) individu menggelar sosialisasi bertajuk “Speak Up and Stand Out: Pentingnya Public Speaking”.
Kegiatan ini menyasar para siswa di SMP/SMA IT An-Nurhidayah sebagai upaya membekali generasi muda dengan kepercayaan diri yang kuat.
Kegiatan edukatif ini dilaksanakan pada hari Jumaat, 9 Januari 2026, bertempat di kelas SMP/SMA IT An-Nurhidayah, dusun Sikapaya, Desa Minasa Upa, Kabupaten Maros.
Mahasiswa KKN Unhas, Nadhifah Ratu menjelaskan jika kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan siswa yang antusias untuk memahami bagaimana cara menyampaikan ide secara efektif di depan orang banyak.
“Dalam durasi sekitar tiga jam, para siswa diberikan materi yang komprehensif, mulai dari teknik pernapasan, intonasi suara, hingga penggunaan bahasa tubuh (gesture) yang tepat untuk menarik perhatian audiens,” ucapnya.
Program ini diinisiasi berdasarkan pengamatan pelaksana KKN terhadap dinamika siswa di sekolah tersebut.
“Banyak siswa yang memiliki potensi akademik luar biasa namun sering kali merasa ragu atau malu saat diminta untuk mempresentasikan pendapat mereka di depan kelas,” ungkapnya.
Oleh karena itu, melalui skema program kerja individu ini, mahasiswa KKN berusaha mendobrak batasan mental tersebut dengan memberikan tips praktis dalam mengatasi rasa gugup atau stage fright.
Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara interaktif. Tidak hanya mendengarkan teori, para siswa juga diajak untuk melakukan simulasi singkat di atas panggung.
Beberapa perwakilan siswa diminta untuk melakukan pidato spontan dengan topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini bertujuan agar para siswa dapat langsung merasakan pengalaman berbicara di depan publik dengan bimbingan langsung.
Di sela-sela kegiatan, mahasiswa pelaksana program KKN tersebut memberikan pernyataannya mengenai urgensi kegiatan ini.
“Tujuan utama saya mengadakan program ini adalah untuk meyakinkan para siswa bahwa setiap orang memiliki suara yang layak untuk didengar,” ucapnya.
Apalagi public speaking bukan hanya tentang teknik berbicara, tetapi tentang keberanian untuk menonjolkan potensi diri.
“Saya berharap setelah kegiatan ini, tidak ada lagi siswa yang merasa ‘takut’ saat berdiri di depan umum, sehingga mereka bisa lebih berprestasi baik di sekolah maupun di masyarakat kelak,” ungkapnya.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang cukup hangat dan pembagian modul ringkas mengenai tips public speaking bagi pemula.
Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini dan berharap para siswa dapat terus melatih kemampuan komunikasi mereka secara berkelanjutan demi masa depan yang lebih cerah. (wis)



