Khamenei Tuduh AS Tunggangi Demo di Iran

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Akses internet di Iran diputus untuk membendung aksi demonstrasi yang kian meluas, pada Jumat (9/1). Pemutusan internet dilakukan sejak semalam, yang membuat sambungan telepon internasional ke Iran tidak tersambung.

Sedikitnya enam penerbangan ke Dubai dan sejumlah kota di Iran dibatalkan. Tak hanya itu, media daring dalam negeri juga hanya bisa memperbarui informasi secara terbatas.

Demo ini bermula dari tekanan ekonomi, dengan nilai tukar rial yang anjlok hingga separuh terhadap dolar AS tahun lalu dan inflasi yang menembus 40 persen pada bulan Desember.

Namun, aksi tersebut kini berkembang menjadi seruan langsung menentang otoritas. Aksi ini dilaporkan terjadi di seluruh provinsi, tercatat puluhan orang tewas.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menuding para demonstran bertindak untuk kepentingan Amerika Serikat (AS).

Ia menilai aksi perusakan fasilitas publik dilakukan oleh pihak-pihak yang bertindak sebagai tentara bayaran asing, dan menegaskan Teheran tidak akan menoleransi tindakan tersebut.

Khamenei Tuding Trump, Kota-kota Membara

Khamenei menuding Presiden AS Donald Trump terkait aksi protes di Iran. Ia pun meminta Trump untuk mengurus negaranya sendiri.

“Tadi malam di Teheran, sekelompok perusuh dan vandalis datang dan menghancurkan sebuah gedung milik negara, milik rakyat sendiri. Hanya untuk menyenangkan hati presiden Amerika Serikat,” kata Khamenei, dikutip dari Reuters, Jumat (9/1).

Televisi pemerintah Iran menayangkan gambar bus, mobil, dan sepeda motor yang terbakar, serta kebakaran di stasiun dan bank. Pemerintah menuding Organisasi Mujahidin Rakyat Iran sebagai pihak yang berada di balik kerusuhan.

Seorang jurnalis televisi pemerintah yang melaporkan dari kota Rasht mengatakan, “Ini terlihat seperti zona perang. Semua toko telah hancur”.

Sementara itu, faksi oposisi eksternal Iran di luar negeri menyerukan aksi protes lanjutan.

“Mata dunia tertuju pada kalian. Turunlah ke jalan,” tutur Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Eks Pansus DPR Cerita Awal Mula Endus Korupsi Kuota Haji, Berujung Yaqut Tersangka
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Tekankan Atlet Harus Benar-benar Dihormati dan Dihargai Jerih Payahnya
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Duel Pelatih Persebaya Vs Malut United di BRI Super League 2025/2026: Aksi Perdana Bernardo Tavares untuk Bajul Ijo
• 1 jam lalubola.com
thumb
Terbaru! Perkembangan Kasus Hukum Komika Pandji Soal Materi Mens Rea: Segera Dipanggil Polda Metro?
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Nong Thana Klarifikasi Hubungannya dengan Fang Thanattharath
• 8 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.