Mensos: Pemutakhiran DTSEN Terus Diperbaiki Agar Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) terus diperbaiki agar makin akurat untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (Bansos).

Pemutakhiran DTSEN ini merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Ada tiga mandat khusus presiden kepada Kementerian Sosial. Yang pertama adalah pemutakhiran DTSEN, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Pemutakhiran ini sangat strategis karena data itu menentukan penyaluran Bansos yang dilakukan oleh Kementerian Sosial,” ujar Gus Ipul usai agenda Doa Awal Tahun di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (9/1).

Ia menjelaskan, perbaikan data dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat melalui berbagai saluran formal dan non-formal. Mulai dari pengusulan lewat RT/RW dan operator desa yang terhubung dengan aplikasi SIKS-NG, hingga jalur koreksi melalui aplikasi Cek Bansos dan layanan Komensenter 021-171 yang beroperasi 24 jam.

“Sekali lagi kami mengajak masyarakat untuk ikut bersama-sama membuat data kita makin akurat. Banyak saluran-salurannya, pertama tentu saluran formal dan jalur masyarakat, saya ingin mengundang betul masyarakat yang punya usulan ingin mengoreksi, pertama-tama lewat jalur aplikasi namanya Cek Bansos. Kalau tidak biasa menggunakan aplikasi, silakan menghubungi command center Kemensos,” kata Gus Ipul.

Ia menegaskan, pemerintah tidak menutup diri terhadap koreksi masyarakat dan justru membuka ruang seluas-luasnya untuk pembaruan data penerima manfaat.

“Saya ingin tegaskan pemerintah tidak akan menutup diri, apalagi menutup-nutupi data yang memang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan,” kata dia.

Sepanjang tahun 2025, Kemensos sendiri telah melakukan perbaikan besar terhadap data Bansos. Saat ini, sudah ada 3 juta data dialihkan kepada penerima manfaat yang memenuhi kriteria.

"Kita juga mengalihkan 11 juta lebih penerima manfaat PBI diserahkan kepada mereka yang lebih memenuhi kriteria,” jelasnya.

Selain itu, Kemensos juga sedang memperkuat sistem digitalisasi penyaluran bantuan agar proses distribusi semakin transparan dan minim potensi penyimpangan.

“Ke depan kalau sistemnya makin mapan, maka nanti proses pengumpulan data dan penyaluran Bansos itu sepenuhnya akan menggunakan teknologi. Dengan begitu menghindari orang ketemu orang,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul berharap pemutakhiran DTSEN dilakukan konsisten agar kualitas data terus meningkat dan penyaluran bantuan semakin tepat sasaran.

“Tentu semuanya belum sempurna, tapi kalau ini kita lakukan secara konsisten dan terus menerus Insyaallah kita akan mendapatkan data yang lebih akurat,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ukraina Desak NATO Bertindak soal Rudal Rusia di Perbatasan
• 13 jam laluidntimes.com
thumb
Bangun Jejaring ASEAN, Indonesia Soccer Academy Gelar Laga Persahabatan di Brunei
• 16 jam laluberitajatim.com
thumb
IHSG Melaju 2,16% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Capai Rp16.301 Triliun
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Tebing 35 Meter Longsor, Jalur Menuju Bromo dari Malang Sempat Ditutup
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa M 2,8 Terjadi di Sumur Banten
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.