Tebing 35 Meter Longsor, Jalur Menuju Bromo dari Malang Sempat Ditutup

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jalur wisata menuju Gunung Bromo dari Kabupaten Malang sempat ditutup akibat longsor yang terjadi di tiga titik.

Longsoran tersebut berada di Jalan Raya Gubugklakah sebelum Coban Bidadari serta dua titik di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, tepatnya ke arah Umbutlegi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan longsor terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Poncokusumo sejak Kamis (8/1) sore hingga malam.

“Di kawasan Poncokusumo hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mulai sore pukul 15.00 WIB sampai malam, mengakibatkan tebing setinggi lebih dari 35 meter longsor,” ujar Sadono kepada wartawan, Jumat (9/1).

Ia menjelaskan, longsor utama terjadi di jalur wisata sekitar Coban Bidadari pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 10 meter dengan ketebalan mencapai 1 hingga 1,5 meter.

Akibat kejadian tersebut, akses utama wisata Gunung Bromo dari arah Kabupaten Malang sempat tidak bisa dilalui. Arus kendaraan wisatawan kemudian dialihkan melalui jalur Kabupaten Pasuruan.

“Dampak longsoran itu jalan memang sempat tertutup dan mobilitas wisatawan dialihkan melalui Pasuruan. Namun kami pastikan tidak ada korban jiwa maupun luka, baik dari wisatawan maupun warga yang melintas,” jelasnya.

Penanganan longsor mulai dilakukan pada Jumat pagi (9/1) oleh tim gabungan di bawah komando BPBD Kabupaten Malang bersama sejumlah instansi terkait. Satu unit alat berat berupa ekskavator dari Dinas Bina Marga dikerahkan untuk membersihkan material longsoran.

Selain itu, proses pembersihan melibatkan unit pemadam kebakaran untuk penyemprotan material tanah yang menutup badan jalan.

“Pembersihan juga melibatkan unit Damkar untuk penyemprotan material tanah yang menutup jalan,” ujarnya.

Sadono menambahkan, proses penanganan longsor melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi serta relawan kebencanaan dari Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo. Selain alat berat, pembersihan manual menggunakan cangkul dan sekop turut dilakukan.

“Hingga pukul 11.40 WIB, progres penanganan sudah mencapai sekitar 75 persen. Material longsoran sudah bisa dibersihkan dari badan jalan, dan arus lalu lintas sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan sistem buka tutup,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Isu Pemekaran Luwu Raya Kembali Menggema, Sekprov Sebut Pembentukan Daerah Otonom Baru Terhambat Moratorium
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Polri-Bea Cukai Soetta Bongkar Ratusan Kapsul Sabu Selundupan WN Pakistan
• 11 jam laludetik.com
thumb
Trump Ancam Serang Iran usai Gulingkan Presiden Venezuela
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Vinicius Jr Sindir Diego Simeone Usai Real Madrid Pecundangi Atletico
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Djarot Nilai Konten Pandji Pragiwaksono Sebagai Kritik Sah, Tegaskan Kebebasan Berekspresi Dilindungi Konstitusi
• 15 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.