AS Dukung Gencatan Senjata di Wilayah Sengketa Aleppo

metrotvnews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Aleppo: Amerika Serikat (AS) secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap gencatan senjata yang rapuh di kota Aleppo, Suriah utara, dengan menyebut kesepakatan tersebut sebagai perkembangan diplomatik penting setelah bentrokan sengit dalam beberapa hari terakhir.

Mengutip Yeni Safak, Jumat, 9 Januari 2026, Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Suriah, Tom Barrack, mengatakan Washington “menyambut dengan hangat gencatan senjata sementara yang dicapai tadi malam” di kawasan Ashrafiyeh dan Sheikh Maqsoud. 

Ia menilai kesepakatan itu sebagai jeda krusial yang terwujud berkat kerja sama di antara pihak-pihak yang sebelumnya terlibat konflik. Melalui pernyataan di media sosial, Barrack menyebut gencatan senjata tersebut lahir dari “pengendalian diri dan itikad baik” semua pihak yang terlibat. 

Ia menggambarkannya sebagai langkah awal yang penting untuk mengarahkan berbagai komunitas di Suriah “menuju satu jalan bersama menuju keamanan, inklusivitas, dan perdamaian yang berkelanjutan,” seraya mengakui bahwa tantangan besar masih membayangi.

Barrack menegaskan para diplomat Amerika Serikat kini bekerja secara intensif untuk memperpanjang gencatan senjata yang semula dijadwalkan berakhir pada pukul 09.00 waktu setempat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga apa yang disebutnya sebagai “semangat saling pengertian” yang memungkinkan kesepakatan tersebut tercapai.

Gencatan senjata ini menyusul beberapa hari pertempuran berat yang berujung pada pengambilalihan kembali distrik Ashrafiyeh oleh Tentara Suriah, setelah pasukan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat menarik diri dari wilayah tersebut.

Operasi militer itu dilancarkan sebagai respons atas serangan SDF yang dilaporkan menewaskan sedikitnya sembilan warga sipil. 

Perkembangan ini menegaskan runtuhnya kesepakatan politik yang ditandatangani pada Maret 2025, yang sebelumnya mengatur integrasi SDF ke dalam institusi negara demi menjaga keutuhan Suriah. Pemerintah di Damaskus menuduh SDF tidak menjalankan satu pun ketentuan dalam perjanjian tersebut.

Gencatan senjata di Aleppo mencerminkan situasi rapuh dalam lanskap keamanan Suriah pascaperang. Sejak jatuhnya pemerintahan Presiden Bashar al-Assad pada 8 Desember 2024, pemerintah baru Suriah berupaya memulihkan kendali negara atas seluruh wilayah.

Kondisi di Aleppo, yang menjadi titik pertemuan berbagai kepentingan lokal dan internasional, dipandang sebagai ujian penting. 

Dukungan Amerika Serikat terhadap gencatan senjata ini, meskipun Washington sebelumnya mendukung SDF, menunjukkan pendekatan yang lebih pragmatis untuk menstabilkan wilayah yang kembali dikuasai pemerintah pusat serta mencegah meluasnya pertempuran di kota terbesar Suriah tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BNPB Catat Status Bencana di Sumatera Mulai Beralih ke Transisi Darurat
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
KPK Tetapkan Yaqut Tersangka Kasus Haji, Eks Penyidik: Bongkar Sindikatnya
• 53 menit laludetik.com
thumb
Sambangi Sekolah Rakyat Minahasa, Wamendagri Ajak Siswa Semangat Belajar
• 12 jam laludetik.com
thumb
Kabar Baik! Kemensos Salurkan Bantuan Rp450 Ribu per Bulan untuk Korban Bencana di Sumatera
• 2 jam laludisway.id
thumb
TERPOPULER: Daftar Kegaduhan Jule, Pekerjaan dan Sumber Penghasilan Ibrahim Risyad
• 5 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.