Muhammad Hilman Mufidi anggota Komisi X DPR RI mendukung penuh pembukaan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 yang dimulai pada Kamis (8/1/2026).
Dia menekankan pentingnya peran aktif sekolah dalam mendaftarkan siswa berprestasi untuk mengikuti jalur seleksi ini.
Hilman menyoroti bahwa koordinasi yang lebih erat antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sangat diperlukan untuk memastikan informasi tentang SNBP tersebar secara merata di seluruh Indonesia, termasuk ke daerah-daerah yang lebih terpencil.
“Kemendiktisaintek harus intens berkoordinasi dengan Kemendikdasmen untuk memastikan informasi tentang SNBP sampai ke sekolah-sekolah di daerah. Hal ini penting agar siswa berprestasi dari seluruh Indonesia mendapatkan kesempatan yang setara untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri,” ujar Hilman dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).
Selain itu, Hilman menekankan bahwa dinas pendidikan di daerah memegang peran kunci dalam keberhasilan implementasi SNBP. Dinas pendidikan tidak hanya harus menyampaikan informasi mengenai SNBP kepada sekolah, tetapi juga harus aktif melakukan sosialisasi dan memberikan pendampingan teknis kepada sekolah agar pendaftaran dapat berjalan dengan lancar.
“Peran sekolah sangat penting dalam menentukan keberhasilan SNBP. Sekolah yang proaktif dalam membantu siswa berprestasi mendaftar melalui jalur ini akan membuka lebih banyak peluang bagi mereka untuk mengakses pendidikan tinggi,” jelas Hilman.
Hilman juga mengingatkan bahwa jika sekolah tidak berperan aktif dalam pendaftaran SNBP, banyak siswa yang berprestasi bisa kehilangan kesempatan besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.
Hal ini bisa menambah ketimpangan akses pendidikan, terutama bagi siswa dari daerah-daerah yang lebih terpencil.
“Sekolah yang kurang aktif dalam pendaftaran SNBP akan sangat merugikan siswa, terutama mereka yang berasal dari daerah yang mungkin sudah terbatas aksesnya ke perguruan tinggi. Ini adalah masalah yang harus segera diperbaiki agar SNBP benar-benar adil dan inklusif,” tegas Hilman.
Dia berharap bahwa melalui koordinasi yang baik antara kementerian dan dinas pendidikan, serta sosialisasi yang masif ke sekolah-sekolah, pelaksanaan SNBP 2026 bisa lebih merata dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi semua siswa berprestasi di seluruh Indonesia.(faz/iss)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468653/original/088608400_1767966055-20260109_150015.jpg)

