Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan sejumlah pesan penting menjelang pergantian jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2026, dengan menekankan tiga agenda strategis utama yang harus diperkuat oleh kepemimpinan baru BEI.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025 yang digelar secara daring dari Jakarta pada Jumat (9/1/2026).
"OJK melihat bahwa ini merupakan momentum penting dalam memperkuat kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia. Harapan kami, proses tersebut dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku serta akuntabel," ungkap Inarno.
Tiga Agenda Strategis untuk Direksi BEI MendatangOJK menekankan perlunya penguatan terhadap tiga agenda strategis yang dinilai krusial bagi perkembangan pasar modal Indonesia di masa depan.
Pertama, peningkatan integritas dan perlindungan investor yang dilakukan melalui pengawasan perdagangan yang lebih efektif, dengan tujuan memitigasi praktik perdagangan tidak wajar dan menjaga pasar yang adil serta transparan.
Kedua, mendorong pendalaman pasar melalui pengembangan sisi pasokan (supply) dan permintaan (demand).
Beberapa inisiatif yang direncanakan termasuk pengembangan produk lighthouse IPO, peningkatan likuiditas melalui free float, serta peningkatan jumlah investor domestik dan global.
Ketiga, penguatan ketahanan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber seiring dengan semakin digitalnya aktivitas perdagangan di pasar modal.
"Tentunya ketahanan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber ini menjadi hal yang sangat penting," ujarnya menekankan urgensi langkah tersebut.
Kolaborasi Strategis dan Proses Pemilihan Direksi BaruInarno juga menyampaikan bahwa OJK akan terus menjalin kolaborasi erat dengan BEI sebagai mitra strategis guna menciptakan pasar modal Indonesia yang semakin dalam, efisien, berintegritas, dan tangguh.
Masa jabatan Direksi BEI periode 2022–2026 akan berakhir pada Juni 2026 dan proses pemilihan direksi baru akan segera dimulai sesuai ketentuan OJK.
Adapun jajaran Direksi BEI saat ini yang diangkat melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 29 Juni 2022 terdiri dari:
- Direktur Utama: Iman Rachman
- Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy
- Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Sunandar
- Direktur Pengembangan: Jeffrey Hendrik
- Direktur Penilaian Perusahaan: I Gede Nyoman Yetna
- Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Kristian Manullang
- Direktur Keuangan, SDM, dan Umum: Risa Effennita Rustam


