Dalam waktu singkat pada sesi perdagangan, harga saham emiten properti ini melonjak tajam hingga sekitar 35%, bergerak cepat dari level Rp50 ke kisaran yang lebih tinggi.
Pergerakan agresif tersebut langsung menyita perhatian pelaku pasar karena terjadi dengan volume transaksi yang kuat dan arah yang tegas. Direktur & CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, menyampaikan bahwa salah satu faktor utama yang mendorong perubahan persepsi pasar adalah lonjakan kinerja laba perusahaan.
Baca juga: DADA Alami Sinyal Kebangkitan Saham
Berdasarkan laporan keuangan terakhir, perseroan mencatat pertumbuhan laba yang sangat signifikan, bahkan mencapai ratusan persen dari kuartal II ke kuartal III.
“Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berhasil melakukan akselerasi bisnis secara nyata,” ujar Bayu.
Menurutnya, lonjakan laba sebesar itu sering kali menjadi sinyal awal bahwa valuasi lama sudah tidak lagi relevan. Harga saham DADA di level Rp50 dinilai belum mencerminkan kondisi fundamental perseroan yang mengalami perbaikan signifikan.
Di kalangan analis, situasi seperti ini kerap disebut sebagai fase awakening yakni transisi dari saham yang sebelumnya minim perhatian menjadi saham dengan narasi pertumbuhan yang mulai diperhitungkan. Lonjakan harga sekitar 35% dalam waktu singkat dinilai bukan sebagai puncak, melainkan potensi awal dari proses penyesuaian valuasi.
“Bagi investor jangka menengah hingga panjang, pergerakan seperti ini sering dibaca sebagai sinyal awal re-rating, ketika pasar mulai menyesuaikan harga saham dengan prospek dan fundamental yang sebelumnya belum sepenuhnya tercermin,” jelas Bayu.
Data kinerja riil perseroan menjadi pembeda utama yang mendorong perubahan persepsi pasar. Hal ini membuat sebagian investor mulai menggeser strategi dari sekadar perdagangan jangka pendek ke pendekatan hold.
Lonjakan signifikan dalam hitungan menit dari level Rp50 dipandang sebagai sinyal adanya perubahan penting di internal perseroan. Apalagi, penguatan tersebut diperkuat oleh pertumbuhan laba ratusan persen antar kuartal, sehingga memberikan konteks fundamental yang jelas terhadap pergerakan harga saham.
Di tengah tanda-tanda pemulihan sektor properti dan meningkatnya selektivitas investor, DADA berpotensi menjadi contoh transformasi emiten berkapitalisasi kecil yang kembali menarik perhatian pasar berkat perbaikan kinerja dan prospek usaha yang lebih menjanjikan.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati berbagai faktor risiko, mulai dari kondisi makroekonomi global, daya beli masyarakat, hingga realisasi kinerja keuangan perseroan pada kuartal-kuartal berikutnya. Volatilitas masih berpotensi terjadi, sehingga pendekatan selektif berbasis fundamental tetap menjadi kunci.
“Seiring mulai bangkitnya sektor properti, DADA berpotensi ikut menikmati momentum pemulihan tersebut,” tutup Bayu dengan optimistis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)




