Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur Turun Level III

tvrinews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ama Boro Huko

TVRINews, Flores Timur

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (KESDM RI), merilis laporan khusus penurunan tingkat aktiviatas Gunung Api Lewotobi Laki-Laki dari level IV (Awas) ke level III (Siaga) pada Jumat 9, Januari 2026.

Hal itu berdasarkan pemantauan secara visual dalam 1 minggu terakhir menunjukkan Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut tebal. Kemudian teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-300 meter dari puncak.

Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah utara, timur laut, barat daya, barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 21-33°C. Terjadi Guguran, namun secara visual, jarak dan arah luncuran tidak teramati.

Sementara data kegempaan dari tanggal 1-9 Januari 2026 hingga pukul 06.00 WITA, yaitu 1 kali Gempa Guguran, 1 kali Gempa Hembusan, 5 kali Gempa Harmonik, 214 kali Gempa Tremor Non-Harmonik, 11 kali Gempa Low Frequency, 296 kali Gempa Vulkanik Dalam, 7 kali Gempa Tektonik Lokal, 49 kali Gempa Tektonik Jauh, dan 1 kali Getaran Banjir/Lahar.

Pada període pengamatan 1-9 Januari 2026, aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi menunjukkan kecenderungan penurunan yang signifikan. Parameter kegempaan memperlihatkan tren penurunan secara bertahap dalam satu minggu terakhir.

Sementara, aktivitas gempa vulkanik dalam (VTA) yang sebelumnya mengalami peningkatan pada 31 Desember 2025 menunjukkan penurunan secara gradual. Kondisi tersebut mengindikasikan masih adanya suplai magma di kedalaman, namun belum terjadi migrasi magma ke permukaan. 

Diduga dipengaruhi oleh adanya hambatan pada jalur migrasi magma serta tekanan gas yang relatif rendah sehingga belum mampu mendorong material magmatik mencapai permukaan. 

Tremor harmonik juga masih teramati dengan amplitudo fluktuatif, yang menunjukkan bahwa proses suplai fluida/magma di kedalaman masih berlangsung.

Maka perlu diwaspadai apabila terjadi peningkatan signifikan aktivitas Gempa Vulkanik Dalam (VTA) dalam rentang waktu yang relatif singkat, karena kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya erupsi. 

Aktivitas tektonik lokal dan tektonik jauh masih fluktuatif, tetapi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan aktivitas vulkanik. 

Di sisi lain, data deformasi dari Tiltmeter dan GNSS menunjukkan tren penurunan sejak seminggu terakhir, menandakan tidak adanya tekanan magmatik yang mempengaruhi morfologi permukaan di tubuh gunung api.

Secara keseluruhan, parameter-visual, seismik, dan deformasi-menggambarkan bahwa Gunung Api Lewotobi Laki-Laki berada dalam fase penurunan jangka pendek. 

Tidak terlihat indikasi kuat adanya dorongan magma baru yang berpotensi memicu erupsi besar dalam waktu dekat. 

Namun perlu diwaspadai dan dipantau secara ketat terhadap potensi aliran lahar selama musim hujan. 

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam. radius 6 km dari pusat erupsi, serta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana agar mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki, seperti di Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanio Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen. 

Apabila terdapat hujan abu warga yang terdampak dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk meindungi saluran pernapasan. 

Diketahui Abu vulkanik hasil erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki juga dapat berpotensi mengganggu operasional bandara dan jalur penerbangan apabila sebarannya mengarah ke area bandara dan jalur perlintasan pesawat.

Pemerintah daerah agar terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (FVMBG), Badan Geologi. 

Informasi terkini mengenai aktivitas  dapat diakses melalui situs resmi Magma Indonesia maupun media sosial resmi Badan Geologi.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Operasi SAR Ditutup, Satu Anak Pelatih Valencia Belum Ditemukan
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Warkop Sawargi di HI Kantongi Izin Usaha, Tapi Tak Boleh Pakai Badan Trotoar
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Demokrat tapi Aristokrat?
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Inara Rusli Mau Dipoligami Insanul Fahmi, Akui Wardatina Mawa Istri Pertama
• 21 jam lalugenpi.co
thumb
KPK Amankan 8 Orang dalam OTT Kantor Pajak di Jakarta Utara
• 13 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.