Menag: Kerukunan Jakarta Bukan Pilihan, Tak Ada Negara Ideal Tanpa Rakyat Ideal

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 yang digelar Pemprov DKI Jakarta di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/1). Tema acara ini yakni 'Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga'.

Nasaruddin menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama keutuhan masyarakat dan bangsa.

Nasaruddin menyebut, keluarga sebagai ruang pertama pembentukan nilai kemanusiaan. Menurutnya, kekuatan sebuah masyarakat sangat ditentukan oleh ketahanan keluarga.

“Dalam tradisi spiritual mana pun, keluarga adalah madrasah pertama kemanusiaan, tempat manusia belajar mencintai sebelum berbicara, belajar berbagi sebelum belajar memiliki,” ujar Nasaruddin.

Ia menegaskan, rapuhnya keluarga akan berdampak langsung pada rapuhnya masyarakat. Sebaliknya, keluarga yang damai akan melahirkan masyarakat yang kuat dan harmonis.

“Jika keluarga rapuh, maka masyarakat akan rapuh. Jika keluarga damai, maka masyarakat akan damai. Tidak mungkin ada negara ideal tanpa masyarakat ideal, dan tidak mungkin ada masyarakat ideal tanpa disusun di atas keluarga yang tidak berantakan,” lanjutnya.

Imam Besar Istiqlal ini memaknai perayaan Natal sebagai momen refleksi di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern. Ia menilai Natal mengajak setiap orang untuk berhenti sejenak dan menengok kembali nilai-nilai spiritual serta relasi dalam keluarga.

“Natal selalu mengajak kita untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia lalu menengok ke dalam diri kita sendiri. Apakah kita masih punya ruang bagi Tuhan? Apakah keluarga kita masih menjadi tempat kasih? Apakah kita ini memberikan rasa aman bagi yang lemah?” tuturnya.

Selain itu, Nasaruddin mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dinilainya berhasil menjaga kebersamaan dan menjamin kebebasan beribadah di tengah masyarakat yang majemuk.

“Di kota ini semua identitas bertemu, semua perbedaan berjumpa. Maka kerukunan Jakarta bukan pilihan, tetapi keniscayaan sejarah,” ujarnya.

Ia juga menilai upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang-ruang kebersamaan lintas agama menjadi kunci menjaga kedamaian di ibu kota.

“Saya mengapresiasi pemerintah DKI Jakarta yang terus menghadirkan peluang-peluang kebersamaan, mulai dari perayaan keagamaan, dialog antarumat, hingga kebijakan yang memastikan setiap keluarga dapat beribadah dengan aman dan baik,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Akses Tol Sigli-Banda Aceh Dibuka hingga Akhir Januari 2026
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
KPK Sebut Ada Biro Haji Belum Kembalikan Uang Terkait Kasus Yaqut
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemimpin Iran Sebut Demo Besar-besaran Sebagai Sabotase dan Didukung Pihak Asing
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Gegara Senggolan, 'Pak Ogah' Aniaya Pemotor di Jakbar
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Buruh Kembali Demo di Istana, Tolak UMP 2026 DKI dan UMSK Jabar
• 16 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.