Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada emisi tiga obligasi dan satu sukuk pekan ini periode 5-9 Januari 2026. Sejak awal tahun, total penerbitan surat utang yang terdiri dari empat emisi dari tiga emiten mencapai Rp216,97 triliun.
Data BEI menunjukkan di sepanjang pekan ini terdapat pencatatan tiga obligasi dan satu sukuk. PT Eagle High Plantations Tbk. menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap III Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap II Tahun 2025 dengan total masing-masing Rp210 miliar dan Rp290 miliar.
Surat utang tersebut mendapat peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yaitu idA- (Single A Minus) dan idA- sy (Single A Minus Syariah). Wali Amanat PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
Kemudian PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) mencatatkan Obligasi Berkelanjutan V Summarecon Agung Tahap I Tahun 2025 dengan nilai nominal sebesar Rp351,96 miliar. Hasil pemeringkatan dari Pefindo untuk obligasi tersebut adalah idA+ (Single A Plus) dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Selanjutnya, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 dengan total nilai nominal sebesar Rp500 miliar. Hasil pemeringkatan dari Pefindo untuk obligasi tersebut adalah idA+ (Single A Plus) dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
BEI pun mencatat total emisi obligasi dan sukuk di sepanjang tahun 2026 adalah 4 emisi dari 3 emiten senilai Rp216,97 triliun. Dengan pencatatan tersebut, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 662 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp539,79 triliun dan US$134,010595 juta, diterbitkan oleh 136 emiten.
Sedangkan Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.484,29 triliun dan USD352,10 juta. EBA sebanyak 6 emisi senilai Rp3,99 triliun.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergeliat pada awal tahun ini periode 5-9 Januari 2026. IHSG mengalami kenaikan sebesar 2,16% ke level 8.936,75 dan sempat menembus level 9.000.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pekan ini naik 2,16% sehingga ditutup pada level 8.936,754 pada 9 Januari 2026, dari posisi 8.748,132 pekan lalu.
Indeks bahkan ditutup rekor tertinggi sepanjang masa pada level 8.944,813 pada Rabu (7/1/2026). Kemudian pada Kamis (8/11/2026), IHSG berhasil menembus level psikologis 9.000 secara intraday, dengan puncak tertinggi mencapai 9.002,92.
Selanjutnya, kapitalisasi pasar BEI mengalami peningkatan sebesar 1,79% menjadi Rp16.301 triliun pekan ini dari Rp16.014 triliun pada sepekan sebelumnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



