jpnn.com - Kabupaten Bandung, Jawa Barat ternyata masih kekurangan guru dalam jumlah besar, yakni 4.900 orang tenaga pendidik (tendik) di berbagai jenjang pendidikan.
Oleh karena itu, Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna mendorong Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) guna memenuhi kekurangan guru tersebut pada 2026.
BACA JUGA: Bupati Perpanjang Masa Tugas 258 PPPK Penuh Waktu, Ribuan Honorer Diminta Bersabar
Dadang mengatakan saat ini terdapat sekitar 14 ribu tenaga pendidik di daerahnya, baik berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Jadi sekitar 14 ribu (tenaga pendidik) yang saat ini sudah berjalan. Kekurangannya sekitar 4.900 orang yang menjadi pekerjaan BKPSDM agar bagaimana kebutuhan ini bisa disampaikan ke kementerian sehingga nanti tidak ada kekurangan pengajar atau guru," ujar dia, Jumat (9/1/2026).
BACA JUGA: Ribuan Honorer Non-database Minta Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu, atau...
Berdasarkan data saat ini, jumlah guru PNS di Kabupaten Bandung tersisa sekitar 3.800 orang, sementara guru berstatus PPPK dan PPPK paruh waktu mencapai sekitar 10 ribu orang.
Dadang Menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah solusi, mulai dari pengusulan kebutuhan ke Kementerian PANRB, migrasi pegawai antar-dinas, hingga pengusulan rekrutmen PNS serta peningkatan status PPPK menjadi PNS untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
BACA JUGA: Penjelasan Panglima TNI soal Kenaikan Pangkat Lifter Rizki Juniansyah dari Letda jadi Kapten
"Atau apakah pengusulan rekrutmen CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) ataupun peningkatan dari PPPK menjadi PNS. Atau dari PPPK paruh waktu menjadi PPPK (penuh waktu)," tuturnya.
Dia menegaskan bahwa pendidikan dasar merupakan salah satu hak dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Menurutnya, pemenuhan hak dasar tersebut harus diwujudkan melalui kebijakan dan program yang tepat sasaran, khususnya dalam memastikan layanan pendidikan berjalan optimal di seluruh wilayah Kabupaten Bandung.
Dengan langkah tersebut, dirinya berharap kebutuhan dasar masyarakat, terutama di bidang pendidikan, dapat benar-benar dirasakan pada tahun ajaran baru 2026/2027 mendatang.(ant/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468520/original/030194300_1767955323-Screenshot_20260109_164537_Gallery.jpg)
