Tim dokter militer dari Kodam Iskandar Muda melakukan aksi kemanusiaan dengan memberikan pelayanan pengobatan bagi warga korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Langkah ini dilakukan menyusul terisolasinya empat desa akibat putusnya Jembatan Berawang Gajah (Burlah) yang menjadi akses utama masyarakat setempat.
Untuk mencapai lokasi, tim medis harus menempuh jalur ekstrem. Tanpa akses jembatan yang memadai, sebanyak 10 personel tim medis militer terpaksa menyeberangi sungai dengan menggunakan sling atau tali seluncur di titik Jembatan Berawang Gajah yang terputus.
Aksi ini dilakukan demi memastikan pelayanan kesehatan sampai ke tangan warga di empat desa yang terdampak paling parah, yakni Desa Burlah, Desa Buge Ara, Desa Bintang Pepara, dan Desa Kekuyang.
Baca juga: Prajurit Yonkav 11/MSC Bersihkan Puskesmas hingga Sekolah di Aceh Tamiang dari Lumpur
Sebanyak 325 warga berhasil mendapatkan layanan kesehatan gratis. Angka ini meliputi 250 orang dewasa, 45 orang lansia serta balita dan anak-anak sebanyak 30 orang. Antusiasme warga sangat tinggi mengingat akses mereka menuju fasilitas kesehatan di luar wilayah tertutup total.
Beberapa keluhan kesehatan yang paling banyak ditangani adalah demam, batuk, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dermatitis (penyakit kulit), hingga diare.
Kehadiran tim medis militer ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah keterbatasan akses logistik dan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam tersebut.



