Washington, VIVA – Seorang pilot helikopter Chinook yang turut membantu perencanaan operasi penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro dilaporkan mengalami luka tembak di bagian kaki saat misi sebelum fajar di Caracas, menurut pejabat AS yang berbicara kepada CBS News dengan syarat anonim karena sensitivitas keamanan nasional.
Dalam tahap awal operasi berisiko tinggi tersebut, sejumlah helikopter Angkatan Darat AS yang mengangkut pasukan komando Delta Force bergerak secara senyap menuju ibu kota Venezuela, Caracas, tanpa banyak terdeteksi.
Namun, situasi berubah drastis ketika armada udara itu mendekati sebuah kompleks yang dijaga ketat, tempat Maduro diyakini bersembunyi. Pos pertahanan Venezuela kemudian melepaskan tembakan ke armada AS, yang dibalas oleh helikopter AS dengan tembakan penekan, kata para pejabat AS.
- Ist
Salah satu helikopter utama dalam formasi tersebut, sebuah MH-47 Chinook bermesin ganda yang bertugas menurunkan tim penyerbu, terkena tembakan musuh. Meski mengalami kerusakan, helikopter berat itu tetap mampu bertahan di udara dan menyelesaikan misinya.
Para pejabat AS mengatakan kepada CBS News bahwa pilot Chinook tersebut—yang juga berperan dalam perencanaan operasi—mengalami beberapa luka tembak di bagian kaki selama baku tembak berlangsung.
Pada Selasa, seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada CBS News bahwa dua personel militer AS masih menjalani pemulihan akibat cedera yang dialami selama invasi ke Venezuela, yang oleh Departemen Pertahanan dinamai Operasi Absolute Resolve.
"Mereka menerima perawatan medis yang sangat baik dan sedang dalam proses pemulihan. Lima anggota militer lainnya mengalami cedera tetapi telah kembali bertugas. Fakta bahwa misi yang sangat kompleks dan melelahkan ini berhasil dilaksanakan dengan sedikit cedera merupakan bukti keahlian para prajurit gabungan kita," ujar pejabat Pentagon tersebut.
The New York Times sebelumnya melaporkan detail pertempuran yang melibatkan helikopter Chinook serta pilot yang terluka itu. Usai penggerebekan, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa ke pusat penahanan federal di New York City.
"Saya tidak bersalah. Saya tidak bersalah — saya orang baik," kata Maduro melalui penerjemah dalam sidang pengadilan pada Senin. Ia juga menegaskan bahwa dirinya “masih presiden negara saya".




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383751/original/011801000_1760690523-Siswa_sekolah_rakyat.jpeg)