OJK: Piutang Bermasalah di Wilayah Bencana Sumatera Meningkat 0,60 Persen

republika.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Piutang pembiayaan bermasalah di wilayah terdampak bencana di Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mengalami peningkatan sebesar 0,60 persen secara bulanan pada November 2025. Hal ini disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari upaya pemantauan risiko keuangan di wilayah tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyebutkan bahwa peningkatan tersebut setara dengan Rp4,78 miliar, sehingga total piutang bermasalah mencapai Rp807,70 miliar. OJK akan terus memantau perkembangan ini secara berkala untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Agusman juga menegaskan pentingnya penerapan kebijakan restrukturisasi pembiayaan bagi debitur terdampak bencana guna menjaga kualitas kredit dan mendukung pemulihan kemampuan bayar nasabah. Kebijakan ini dirancang untuk mengurangi dampak bencana terhadap industri keuangan, khususnya sektor multifinance.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kinerja Industri Multifinance

Per November 2025, pembiayaan di industri multifinance didominasi oleh pembiayaan multiguna sebesar Rp254,82 triliun atau 50,28 persen dari total pembiayaan. Disusul oleh pembiayaan investasi sebesar Rp166,79 triliun, dan pembiayaan modal kerja sekitar Rp53,48 triliun.

Kinerja keseluruhan perusahaan pembiayaan menunjukkan pertumbuhan positif dengan piutang pembiayaan meningkat 1,09 persen year-on-year menjadi Rp506,82 triliun. Rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross terjaga di angka 2,44 persen dan NPF Net sebesar 0,85 persen. Gearing ratio tercatat sebesar 2,13 kali, jauh di bawah batas maksimum OJK sebesar 10 kali.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Modal Rp 40 Jutaan Suzuki S-Presso Disulap Jadi Mini Jimny
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Mantan Penyidik KPK Soal Kasus Yaqut: Akhirnya Ada Kepastian
• 10 menit lalufajar.co.id
thumb
Seruan Putra Mahkota Iran Picu Protes Besar di Teheran
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pos Indonesia dan BTN Rebranding Layanan Bersama Jadi Tabungan BTN Pos
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menteri PU: Jalan Blangkejeren–Kutacane Ditargetkan Bisa Dilalui Penuh 1-2 Hari
• 29 detik lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.