Pos Indonesia dan BTN Rebranding Layanan Bersama Jadi Tabungan BTN Pos

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bandung: PT Pos Indonesia (Persero) bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk resmi melakukan rebranding layanan tabungan bersama menjadi Tabungan BTN Pos. Rebranding ini menjadi langkah strategis Pos Indonesia dan BTN untuk memperkuat kembali sinergi layanan keuangan berbasis jaringan Kantorpos yang tersebar hingga daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sekaligus menjaring lebih banyak generasi muda.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris menyambut baik rebranding yang dilakukan pihaknya dengan BTN. Ia menilai rebranding tersebut sebagai tonggak sejarah penting bagi Pos Indonesia dan BTN.

"Hari ini menurut saya sesuatu yang perlu dicatat dalam sejarah," ujar Haris dalam sambutannya.

Ia menuturkan layanan tabungan Pos telah melalui perjalanan panjang. Mulai dari Tabanas, kemudian eBatara, eBatara Pos, hingga akhirnya direbranding menjadi Tabungan BTN Pos.

"Ini bukan akhir, tapi awal dari sinergi yang akan kita bangun lebih besar lagi ke depan," katanya.


(Foto: Dok. PosIND)

Haris menegaskan rebranding Tabungan BTN Pos bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga menjadi langkah awal penguatan kerja sama jangka panjang. Selain tabungan, BTN dan Pos Indonesia juga meluncurkan layanan Cash-In Cash-Out (CICO) yang memungkinkan masyarakat melakukan setor dan tarik tunai layanan BTN di kantor pos.

"Artinya masyarakat pengguna layanan BTN bisa melakukan setor tarik di Kantorpos," jelas Haris.
 

Baca Juga :

Di Kawasan Terdampak Banjir dan Longsor Aceh Timur, Kantorpos Tetap Salurkan BLT Kesra

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan upaya transformasi Pos Indonesia agar tetap modern dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Kita ingin mewariskan kepada generasi penerus kita Pos Indonesia yang modern, tapi tetap juga humanis," ujarnya.


(Foto: Dok. PosIND)

Sambutan positif juga diutarakan Direktur Utama BTN Nixon L P Napitupulu. Ia menegaskan kerja sama BTN dan Pos Indonesia memiliki akar sejarah yang sangat panjang. Ia mengingatkan bahwa BTN pada awalnya bernama PT Bank Tabungan Pos.

"Sampai sekarang di depan BTN Harmoni itu masih ada bacaan Postspaarbank dan tidak dihapus, karena itu kenangan sejarah," ujar Nixon.

Ia menjelaskan bahwa pada 1950 Presiden Soekarno meresmikan perubahan nama menjadi PT Bank Tabungan Pos melalui undang-undang, yang kemudian dianggap sebagai hari lahir BTN.

"Jadi namanya dulu PT Bank Tabungan Pos. Kalau sekarang kita bikin BTN Pos, sebenarnya sudah ada dari zaman Soekarno, bukan sesuatu yang baru," katanya.


(Foto: Dok. PosIND)

Nixon menyebut relasi BTN dan Pos Indonesia sempat mengalami pasang surut seiring perubahan fokus bisnis masing-masing institusi. Namun, keduanya pernah memiliki produk tabungan bersama yang sangat dikenal masyarakat, yakni Tabanas.

"Semua orang tahu nabung Tabanas. Saya waktu SD juga nabung Tabanas, disuruh sekolah setoran di PT Pos," ujarnya.
 

Baca Juga :

BLT Kesra 2025 Tetap Disalurkan hingga Detik Terakhir 31 Desember, Kantorpos Buka Layanan Tengah Malam

Ia menambahkan bahwa kerja sama tabungan bersama kemudian dikembangkan kembali dan kini diperkuat melalui BTN Pos.

"Hari ini kita sepakat bahwa kerja sama tabungannya kita perbaiki menjadi BTN Pos," kata Nixon.


(Foto: Dok. PosIND)

Pada kesempatan itu, Nixon juga menjelaskan bahwa BTN berperan sebagai pemilik produk, sementara Pos Indonesia menjadi pemilik kanal distribusi.

"Jadi kita jual produk lewat channelnya pos," ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa BTN merupakan satu-satunya bank yang memiliki lisensi pembukaan rekening di PT Pos karena faktor sejarah. Melalui rebranding BTN Pos, BTN menargetkan penghimpunan dana tabungan hingga Rp5 triliun dalam satu tahun ke depan.

"Target kita menuju angka Rp5 triliun tabungan BTN Pos," ucap Nixon.
 

Baca Juga :

Cair Rp900 Ribu! Ini Cara Cek Penerima BLT Kesra Desember 2025

Selain tabungan, Nixon menyampaikan bahwa sinergi BTN dan Pos Indonesia juga diarahkan untuk pengembangan layanan lain, khususnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

"Menurut saya, ke depannya kita butuh PT Pos bukan hanya untuk tabungan. Business case terbesar yang ada di BTN itu sebenarnya KPR," jelasnya.


(Foto: Dok. PosIND)

Ia menilai jaringan Pos Indonesia strategis untuk penetrasi KPR, terutama KPR subsidi, termasuk untuk pembelian, renovasi, dan pembangunan rumah. 

"Sehingga pasti butuh jaringan PT Pos untuk penetrasi KPR ke depannya," kata Nixon.

Terkait segmen nasabah, Nixon menyebut mayoritas debitur KPR BTN saat ini berasal dari kalangan milenial. "70-80 persen yang cair KPR setiap tahun di BTN itu milenial hari ini," katanya.

Ia juga mencatat peningkatan kepemilikan rumah oleh perempuan. "30 persen dari milenial itu adalah wanita," ujarnya.

Rebranding Tabungan BTN Pos dan peluncuran layanan CICO tersebut diperkenalkan kepada publik melalui rangkaian BTN x PosIND Festival 2026 yang digelar di Kantorpos Jakarta Lapangan Banteng dan Kantorpos Graha Pos Bandung pada 5-9 Januari 2026. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membuka rekening dan bertransaksi Tabungan BTN Pos melalui Bale by BTN di Kantorpos, serta memperoleh berbagai penawaran dan benefit.

"Dengan harapan bantuan kita tadi bisa membantu meringankan dan tentunya diiringin doa kita bersama," tutur Haris.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Persebaya Kalahkan Malut 2-1, Debut Eks Pelatih PSM Bernardo Tavares Berhasil Membawa Antusiasme
• 8 jam lalufajar.co.id
thumb
Harga Emas Antam Melonjak Hari Ini (10/1), Kembali Tembus Rp2,6 Juta per Gram
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Persija Jakarta Dikabarkan Deal dengan Kiper Brasil Pedro Caracoci
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Oppo Buka Pre-order Reno 15 Series di Indonesia, Bawa Desain Aurora di Bodi HP
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Kemensos Beri Santunan ke 147 Korban Meninggal Bencana Sumatera
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.