Ada Tanggul Jebol, Banjir Setinggi Nyaris 2 Meter Landa Sejumlah Desa di Kecamatan Tayu Pati

tvonenews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pati, tvOnenews.com - Banjir dengan ketinggian air sekira 1-2 meter melanda sejumlah wilayah yang berada di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Jumat (9/1/2026).

Dari data sementara yang diterima tim tvOnenews.com terdapat 6 desa yang dilanda banjir dengan ketinggian nyaris dua meter itu.

Keenam permukiman warga yang dilanda banjir itu yakni Desa Sambiroto, Desa Keboromo, Desa Tayu Wetan, Tayu Kulon, Desa Margomulyo, dan Desa Kedungsari.

Desa Sambiroto, Tayu Pati, dilanda banjir setelah diguyur hujan berjam-jam, Jumat (9/1/2026) malam.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Dari informasi yang dihimpun tim tvOnenews.com di lokasi, terdapat tanggul jebol di Kawasan Desa Keboromo.

Sebelumnya diberitakan, banjir dengan ketinggian yang mencapai kisaran 2 meter melanda sejumlah di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati bagian utara, Jawa Tengah, Jumat (9/1/2026) malam.

Pantauan tim di lokasi, air meluap dan merendam ratusan rumah warga setelah Sungai Tayu tak mampu menampung debit air akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam sejak Jumat sore.

Banjir melanda Desa Sambiroto, Pati, Jawa Tengah, akibat meluapnya Sungai Tayu, Jumat (9/1/2026).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Ketinggian air sempat terus meningkat dan melampaui tanggul sungai hingga merendam rumah warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Lantas warga pun berbondong-bondong menyelamatkan diri di tengah terus meningkatnya debit air yang merendam permukiman setempat.

Dari pantauaun sementara, belum didapati adanya korban jiwa akibat banjir yang melanda kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah itu.

Di sisi lain, warga Desa Sambiroto terpantau terus meninggalkan kediamannya akibat luapan air yang merendam permukiman.

"Air tiba-tiba tumpah dari sungai, warga panik dan berbondong-bondong menyelamatkan diri. Memang banjirnya cepat surut karena hujan di sejumlah titik akhirnya reda. Nelayan-nelayan tadi juga panik karena perah-perahu mereka sudah naik sampai tanggul," terang warga Sambiroto bernama Khoirun.

Pihak berwenang mengimbau warga tetap waspada mengingat potensi hujan susulan masih tinggi pada malam hari. Kondisi Sungai Tayu juga terus dipantau karena dikhawatirkan debit air kembali meningkat dan memperluas area terdampak banjir.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Eksplorasi Migas di Awal 2026, Capitalinc (MTFN) Habiskan Dana Rp46,13 Miliar 
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
DLH Targetkan Pengangkutan Sampah di Pasar Kramat Jati Selesai 5 Hari
• 2 jam laludetik.com
thumb
OJK Ungkap Pembiayaan Perbankan Syariah Tumbuh 7,7% di 2025
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji, Ini Koleksi Mobil Yaqut Cholil Qoumas
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Video: Sepanjang 2025, Warga RI Rugi Rp 9 Triliun AKIBAT SCAM
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.