Hewan Tertua di Dunia Berusia 507 Tahun Ditemukan, Nasibnya Tragis

cnbcindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita
Foto: Kerang ming atau Ocean Quahog. (Dok. NATIONAL MARITIME HISTORICAL SOCIETY)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ilmuwan mencatat rekor umur terpanjang dunia hewan setelah menemukan seekor kerang laut yang diperkirakan hidup selama lebih dari lima abad alias 500 tahun. Kerang bernama Ming ini diyakini sebagai hewan individu tertua yang pernah terdokumentasi.

Ming merupakan kerang laut jenis ocean quahog (Arctica islandica) yang ditemukan di perairan lepas pantai Islandia pada 2006.


Penelitian dilakukan oleh tim ilmuwan dari Bangor University, Inggris, dengan metode analisis pola pertumbuhan pada cangkang kerang, serupa dengan menghitung lingkaran usia pada batang pohon.

Pilihan Redaksi
  • 4 Kelompok Orang Tak Disarankan Makan Timun dan Efek Sampingnya
  • Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin B: Kulit Kasar hingga Lidah Merah
  • 5 Sayuran yang Ampuh Turunkan Kadar Asam Urat dalam Sebulan

Pada awalnya, para peneliti memperkirakan usia Ming berada di kisaran 405 hingga 410 tahun. Namun, analisis lanjutan yang dilakukan beberapa tahun kemudian menunjukkan hasil mengejutkan, di mana usia kerang tersebut mencapai setidaknya 507 tahun.

Nama "Ming" sendiri diberikan oleh jurnalis sebagai penghormatan kepada Dinasti Ming di China. Dinasti tersebut bahkan masih berjaya lebih dari satu abad setelah Ming diperkirakan lahir sekitar tahun 1499.

Artinya, Ming hidup sezaman dengan berbagai tokoh besar dunia, mulai dari Christopher Columbus dan Leonardo da Vinci, hingga Abraham Lincoln, Mahatma Gandhi, John Lennon, dan Stephen Hawking.

Namun, umur panjang Ming berakhir secara tragis. Saat diteliti lebih lanjut pada 2007, para ilmuwan menduga kerang tersebut telah mati akibat proses pembekuan saat pengambilan sampel beberapa tahun sebelumnya.

Profesor James Scourse dari Bangor University mengungkapkan bahwa timnya sempat menerima kritik keras. Meski demikian, ia menegaskan bahwa spesies kerang tersebut memang ditangkap dan dikonsumsi secara komersial di berbagai negara.

"Kami menerima email yang menuduh kami sebagai pembunuh kerang," kata Scourse, kepada BBC News pada 2013, dikutip dari IFLScience, Kamis (31/12/2025).

"Padahal spesies kerang yang sama ditangkap secara komersial dan dikonsumsi setiap hari. Siapa pun yang pernah makan clam chowder di New England kemungkinan besar telah memakan spesies ini, yang banyak di antaranya berusia ratusan tahun," tambah para peneliti.

Keberadaan Ming sendiri memberikan kontribusi besar bagi dunia sains. Penelitian terhadap kerang ini membantu ilmuwan memahami perubahan lingkungan laut selama ratusan tahun terakhir, sekaligus membuka wawasan baru tentang mekanisme penuaan biologis.

Para ahli menyebut umur panjang Arctica islandica dipengaruhi oleh metabolisme yang sangat lambat serta faktor genetik. Studi lanjutan juga menemukan bahwa kerusakan sel pada spesies ini relatif stabil seiring bertambahnya usia, menunjukkan sistem pemeliharaan sel yang sangat efisien.

Meski Ming tidak mencapai potensi usia maksimalnya, pengorbanannya bagi ilmu pengetahuan tidak sia-sia. Studi terhadap kerang ini memberi wawasan luar biasa tentang perubahan lautan dunia selama beberapa abad terakhir, sekaligus membantu ilmuwan memahami proses penuaan biologis.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: AI Bantu Inklusi Keuangan, Bisa Telisik Profil Risiko Nasabah

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Bahas Cukai Etanol Untuk Campuran BBM
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Terbaru! KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut Cholil Tersangka Korupsi Haji, Segera Ditahan? | INDO UPDATE
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
• 5 jam lalusuara.com
thumb
Danilson Saores Silva, Pemain yang Dilirik Timnas Cape Verde, Berminat Bela Timnas Indonesia Asuhan John Herdman
• 1 jam lalubola.com
thumb
Modus Jemput Pakai Sepeda Mini, Pedagang Lecehkan Gadis 11 Tahun di Jakbar
• 12 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.