Capaian Cek Kesehatan Gratis di Semarang Lampaui Target, 740.000 Warga Telah Diskrining Selama 2025

pantau.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Sebanyak 740.000 warga Kota Semarang telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang tahun 2025, melampaui target pemerintah pusat yang hanya sebesar 30 persen.

Jumlah tersebut setara dengan 42 persen dari total penduduk Kota Semarang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dokter Abdul Hakam, menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi capaian yang cukup membanggakan.

"Pada 2025, posisi yang sudah kami lakukan skrining itu sebanyak 42 persen atau sekitar 740.000 masyarakat yang sudah kami lakukan skrining," ungkapnya.

Target 2026: 80 Persen Warga Semarang

Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Semarang menargetkan cakupan skrining kesehatan meningkat menjadi 80 persen dari total penduduk.

Artinya, sekitar 1,5 juta dari total 1,7 juta penduduk diharapkan ikut serta dalam program ini.

Strategi pencapaian target tersebut telah mulai disiapkan sejak saat ini.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengajak masyarakat yang sudah ikut CKG tahun sebelumnya untuk kembali mengikuti program di tahun berikutnya.

"Kebetulan cek kesehatan gratis ini setiap tahun sekali. Jadi, karena ini sudah ganti tahun, maka yang kemarin mungkin sudah dilakukan skrining kesehatan, pada 2026 ini wajib untuk mengikuti tes kesehatan gratis lagi," jelas Abdul Hakam.

Dokter Hakam mengakui bahwa target 80 persen bukan hal yang mudah dicapai, mengingat pada 2025 saja pihaknya cukup tergopoh-gopoh untuk mencapai angka 42 persen.

Belum maksimalnya cakupan pada beberapa kategori sasaran juga menjadi tantangan tersendiri.

"Misalnya, di lansia, kami masih dapat 20 persen, kemudian di bayi juga belum bisa maksimal, di calon pengantin, ibu hamil itu juga belum bisa sesuai target," terangnya.

Dari tujuh kategori sasaran dalam program CKG, hanya kategori anak sekolah dan penduduk dewasa yang berhasil melampaui target 30 persen.

"Yang lain itu masih jadi pekerjaan rumah kami. Karena ini masih jadi PR, di 2026 ini kami sampaikan sama kawan-kawan di puskesmas untuk menyiapkan strategi mendapatkan 80 persen nanti di 2026," ujarnya.

Obesitas Dominasi Hasil Skrining 2025

Selama pelaksanaan CKG tahun 2025, penyakit yang paling banyak terdeteksi adalah obesitas.

Kondisi ini ditemukan pada hampir 30 persen peserta, baik anak-anak maupun orang dewasa.

"Ini kalau orang-orang obesitas tidak kami lakukan intervensi, yang terjadi nanti lima tahun akan jadi prediabetes, diabetes atau kencing manis. Nanti 10 tahun lagi kalau tidak diintervensi jadinya apa? Stroke, gagal ginjal, dan lain sebagainya," ungkapnya.

Dokter Hakam berharap dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya skrining kesehatan, target 2026 dapat tercapai lebih optimal.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menkes: Indonesia Masih Kekurangan Ratusan Ribu Dokter
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
ESDM Akan Lelang 3 Wilayah Kerja Panas Bumi di Januari 2026
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Anggota DPRD Wacanakan Pembentukan Kabupaten Gowa Selatan, Ini Alasannya
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Terbongkar Alasan Mawa Menolak Mentah-mentah Ajakan Damai Inara dan Insanul
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Didampingi Prananda Prabowo, Megawati Hadiri Rakernas I PDI-P 2026
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.