HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) masa bakti 2025-2029 resmi dilantik, di Hotel Claro Makassar, Jumat, 9 Januari, malam.
Ketua Umum PB PSTI, Surianto menyampaikan, pasca dikukuhkan, pihaknya akan langsung tancap gas dengan menggelar Rakernas dan menjalankan program-program unggulan, termasuk Liga Sepak Takraw Indonesia.
“Alhamdulillah, setelah kami dikukuhkan dan dilantik oleh Ketua Umum KONI Pusat, kami akan langsung Rakernas besok, kemudian melaksanakan program andalan kami, yaitu Liga Sepak Takraw Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, dirinya bersama seluruh jajaran pengurus PB PSTI beserta Pengprov dan Pengkot/Pengkab, akan bahu membahu dalam membesarkan sepak takraw. Khususnya dalam meningkatkan prestasi Indonesia di ajang internasional.
“Jadi kami beserta seluruh pengurus dan pengprov di seluruh Indonesia akan bekerjasama untuk meningkatkan Liga Sepak Takraw Indonesia. Kami juga sudah mendirikan badan hukumnya, yaitu PT Sepak Takraw Indonesia,” lanjutnya.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman menyampaikan, sepak takraw merupakan cabor yang erat hubungannya dengan budaya Indonesia.
“Itu berkembang sangat pesat di Sulsel dan di Sumatera. Oleh karenanya, sebagai cabor yang punya sejarah luar biasa dengan perkembangan dan budaya bangsa ini, maka kita harus memberikan dukungan penuh,” terangnya.
Dia juga menegaskan, KONI pusat memberikan dukungan penuh kepada PB PSTI untuk melakukan transformasi organisasi. Mengingat, ada banyak hal yang menjadi terobosan kepengurusan periode ini.
“Salah satunya Liga Sepak Takraw Indonesia itu. Dengan cara seperti itu, insyaallah sepak takraw akan ke depan selalu membuat kita bangga karena prestasi atlet-atletnya,” tuturnya.
Dia mengaku optimis, Sulsel akan menjadi rujukan kemajuan sepak takraw, juga akan menjadi role model bagi provinsi lain. Itu bisa dilihat dalam PON, betapa daerah-daerah juga sangat maju sepak takrawnya.
“Tetapi kita tidak boleh puas disitu saja. Tugasnya Pak Surianto dan jajarannya harus membuat sepak takraw Indonesia ke depan lebih unggul. Kalau Sea Games, ya tidak hanya satu medali emas, bisa lebih,” pintanya.
Dia berharap, tata kelola organisasi lebih diperhatikan dan pembinaan prestasi bisa lebih fokus. Sebab, sudah ada dukungan akademisi dari berbagai universitas.
“Saya lihat susunan pengurusnya banyak profesor. Saya yakin, ke depan sepak takraw akan menjadi kebanggaan kita, karena prestasi atletnya mampu mengumandangkan Indonesia Raya dan mengibarkan bendera merah putih di kancah internasional,” harapnya. (wid)




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F02%2F28%2F5f931833296f60b75532ba9d15ab911f-IMG20250227101356.jpg)