Pemerintah Bangun Huntara Terpusat dan In-Situ untuk Warga Aceh Tamiang Korban Banjir

rctiplus.com
19 jam lalu
Cover Berita

ACEH TAMIANG, iNews.id - Pemerintah menyiapkan dua skema hunian sementara (huntara) guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang tetap terpenuhi. Dua skema tersebut meliputi huntara terpusat dan huntara in-situ yang dibangun langsung di lokasi rumah warga terdampak.

Penyediaan hunian menjadi target utama Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan pascabencana. Secara rekapitulasi nasional, jumlah rumah rusak berat di setiap provinsi dijadikan dasar penentuan kebutuhan huntara, hunian tetap (huntap), serta dana tunggu hunian (DTH).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, pendekatan ganda dalam penyediaan pascabanjir Aceh Tamiang dipilih untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang beragam, terutama terkait aktivitas kerja, pendidikan, dan keterikatan sosial warga di lingkungan asal.

“Jadi, huntara kalau di Aceh Tamiang itu ada dua skema, huntara yang terpusat seperti yang dibangun oleh Danantara, dan juga ada huntara yang in-situ,” kata Abdul Muhari di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Dia menambahkan, fleksibilitas skema hunian sementara ini penting agar warga terdampak tidak kehilangan akses terhadap mata pencaharian maupun pendidikan anak-anak mereka.

Dalam penanganan pascabanjir Aceh Tamiang, BNPB mencatat sekitar 120 kepala keluarga memilih skema huntara in-situ. Skema ini memungkinkan hunian sementara dibangun di atas atau dekat lokasi rumah lama yang terdampak.

“Sifatnya sementara itu, tetap dibangun di lokasi rumah yang lama karena ada keperluan ke tempat kerja atau ke tempat sekolah dan lain-lain,” ujarnya.

Menurut Abdul Muhari, pilihan tersebut dinilai lebih efektif bagi warga yang memiliki keterikatan kuat dengan lingkungan sekitar, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.

Selain Aceh Tamiang, pemerintah juga terus memantau perkembangan penyediaan hunian pascabencana di wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Di Sumatra Utara, pembangunan huntara, huntap, serta penyaluran DTH disebut telah selesai di sejumlah lokasi terdampak.

Sementara di Sumatra Barat, progres penyaluran DTH menunjukkan perkembangan signifikan.

“Kemudian, di Sumatra Barat, ini yang untuk DTH itu paling signifikan progresnya. Dari 2.234 yang diusulkan, rekening yang sudah dibuat itu 1.425, dan 792 itu sudah disalurkan,” katanya.

Abdul Muhari menegaskan, percepatan pembangunan huntara terus dilakukan di berbagai titik terdampak bencana. Bahkan, sejumlah hunian sementara ditargetkan selesai dalam beberapa hari ke depan agar bisa segera ditempati warga.

“Ini membutuhkan satu atau dua hari lagi untuk finishing, sehingga kita harapkan di awal minggu depan sesuai target,” ucapnya.

Pemerintah berharap percepatan pembangunan pascabanjir Aceh Tamiang ini dapat memberikan rasa aman dan kepastian tempat tinggal bagi warga terdampak sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Manfaat Rutin Jalan Kaki 15 Menit Sehari
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
4 Pemain Timnas Indonesia yang Jadi Komoditas Panas di Bursa Transfer Paruh Musim: Persib Bandung Siap Tampung Gelandang Skuad Garuda?
• 11 jam lalubola.com
thumb
RI-China Makin Lengket, Teken Proposal 16 Proyek Investasi Rp36,7 T
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Akses Tol Sigli-Banda Aceh Dibuka hingga Akhir Januari 2026
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Poslog Kualanamu Salurkan 13,75 Ton Bantuan ke Sumatera Utara dan Aceh
• 19 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.