Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Deli Serdang
Pos Logistik (Poslog) Kualanamu menyalurkan bantuan pangan dan nonpangan seberat 13,75 ton ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh. Distribusi bantuan melalui jalur darat tersebut tercatat hingga Jumat, 9 Januari 2026, pukul 16.00 WIB.
Bantuan dari Poslog Kualanamu, Sumatra Utara, dikirimkan ke tiga wilayah di Provinsi Aceh, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Singkil, dan Kota Lhokseumawe.
Selain itu, distribusi juga dilakukan ke tiga wilayah di Sumatera Utara, yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara. Pada hari ini, tidak terdapat pengiriman bantuan melalui jalur udara.
Poslog yang berada di kawasan Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, juga menerima tambahan bantuan dengan total berat 20.563 kilogram.
Hingga Jumat, 9 Januari 2026, Poslog Kualanamu masih mengelola stok logistik sebesar 264,99 ton yang terdiri atas perlengkapan, peralatan, sandang, kendaraan, serta bahan kebutuhan pokok untuk mendukung penanganan darurat.
Poslog terus melakukan distribusi bantuan ke wilayah-wilayah yang masih membutuhkan dukungan logistik, baik di Provinsi Sumatra Utara maupun Aceh.
Pada Sabtu, 10 Januari 2026, Poslog Kualanamu dijadwalkan kembali mendistribusikan bantuan melalui jalur darat dan udara.
Pengiriman darat akan dilakukan ke wilayah Sibolga, Bener Meriah, dan Langkat. Sementara itu, bantuan seberat 2 ton akan dikirimkan melalui jalur udara ke Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Sore sebelumnya, personel Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan pengemasan logistik guna memastikan pengiriman berjalan sesuai perencanaan dan kebutuhan di lapangan.
Hingga saat ini, Poslog mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang masih diperlukan masyarakat terdampak, antara lain tenda keluarga, alat kebersihan, pakaian, matras, selimut, kasur lipat, perlengkapan mandi, peralatan sekolah, peralatan dapur dan makan, obat-obatan, serta bahan makanan.
Secara umum, distribusi logistik di tiga provinsi terdampak masih terus dilakukan meskipun beberapa kabupaten dan kota telah memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan.
Kondisi tersebut disebabkan masih adanya masyarakat yang bergantung pada layanan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Editor: Redaktur TVRINews




