Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan petinggi militer Turki untuk membahas ragam kerja sama di bidang pertahanan, Jumat (9/1)
Pertemuan itu terjadi kala Sjafrie menjalani rangkaian kunjungan kerja ke Turki, tepatnya di kompleks ASELSAN, Ankara.
Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA, Sjafrie bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki untuk membahas beberapa hal, salah satunya kerja sama pengembangan industri militer.
Menurut Sjafrie, Indonesia memandang Turki sebagai mitra strategis dalam upaya memperkuat kemandirian pertahanan nasional.
Karenanya, Sjafrie berharap kerja sama dapat diarahkan untuk mendukung pembangunan ekosistem industri pertahanan yang berkelanjutan, peningkatan profesionalisme prajurit, serta penguatan kapasitas pertahanan dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global.
Setelah membahas rencana kerja sama di bidang industri pertahanan, Sjafrie beserta jajaran pejabat juga menyempatkan diri mengunjungi fasilitas industri pertahanan Turki di ASELSAN guna memperoleh gambaran umum mengenai kapabilitas dan perkembangan teknologi pertahanan yang dimiliki Turki.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman dan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang.
Dengan adanya kunjungan ini, Sjafrie berharap hubungan militer antara Indonesia dan Turki terus terjalin dengan baik demi terjalinnya kerja sama bidang industri pertahanan yang dapat menguntungkan ke dua belah pihak.
Baca juga: TNI perkuat pertahanan tiga "titik strategis" Jakarta, Aceh, Papua
Baca juga: Pengamat : Sjafrie Sjamsoedin potensi bakal cagub DKI saingi petahana
Baca juga: Indonesia dorong percepatan alih teknologi kapal selam
Pertemuan itu terjadi kala Sjafrie menjalani rangkaian kunjungan kerja ke Turki, tepatnya di kompleks ASELSAN, Ankara.
Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA, Sjafrie bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki untuk membahas beberapa hal, salah satunya kerja sama pengembangan industri militer.
Menurut Sjafrie, Indonesia memandang Turki sebagai mitra strategis dalam upaya memperkuat kemandirian pertahanan nasional.
Karenanya, Sjafrie berharap kerja sama dapat diarahkan untuk mendukung pembangunan ekosistem industri pertahanan yang berkelanjutan, peningkatan profesionalisme prajurit, serta penguatan kapasitas pertahanan dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global.
Setelah membahas rencana kerja sama di bidang industri pertahanan, Sjafrie beserta jajaran pejabat juga menyempatkan diri mengunjungi fasilitas industri pertahanan Turki di ASELSAN guna memperoleh gambaran umum mengenai kapabilitas dan perkembangan teknologi pertahanan yang dimiliki Turki.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman dan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang.
Dengan adanya kunjungan ini, Sjafrie berharap hubungan militer antara Indonesia dan Turki terus terjalin dengan baik demi terjalinnya kerja sama bidang industri pertahanan yang dapat menguntungkan ke dua belah pihak.
Baca juga: TNI perkuat pertahanan tiga "titik strategis" Jakarta, Aceh, Papua
Baca juga: Pengamat : Sjafrie Sjamsoedin potensi bakal cagub DKI saingi petahana
Baca juga: Indonesia dorong percepatan alih teknologi kapal selam




