Jakarta: Pemulihan pascabencana di Sumatra kini memasuki fase penting setelah tanggap darurat. Pemerintah fokus pada rehabilitasi dan rekonstruksi jangka menengah hingga panjang.
Dengan sejumlah kebijakan strategis, seperti pembangunan hunian dan kompensasi bagi warga terdampak, pemulihan diharapkan dapat berjalan dengan baik. Simak langkah-langkah pemerintah dalam memastikan kehidupan masyarakat kembali normal!
Baca Juga :
Huntara untuk Korban Bencana Banjir di Aceh Timur Mulai DibangunPemerintah memastikan bahwa pembangunan hunian menjadi prioritas utama. Pemerintah akan membangun sebanyak 15 ribu hunian di tiga provinsi terdampak bencana dan direncanakan rampung dalam tiga bulan terhitung sejak Desember 2025.
Pendanaan pelaksanaan pembangunan sebanyak 15 ribu hunian tersebut berasal dari Danantara dan tujuh BUMN. Spesifikasi hunian yang dibangun seluas 4,5 x 4,5 meter persegi yang dilengkapi dengan tempat tidur, kipas angin, lemari, akses jaringan internet, dan jaringan listrik.
Kawasan rumah hunian tersebut juga dilengkapi rumah komunal seperti dapur umum, toilet bersama, dan taman bermain anak, serta musala.
Pendataan dan kompensasi rumah rusak
Selain pembangunan hunian, pemerintah juga mempercepat pendataan dan kompensasi untuk rumah yang rusak. Pemerintah akan memberikan kompensasi untuk rumah yang rusak tergantung tingkat kerusakannya.
Perbaikan fasilitas umum
Pemulihan pascabencana tidak bisa berjalan tanpa kembalinya fungsi fasilitas umum. pemerintah juga terus memperbaiki jalan, rumah sakit, sekolah, kemudian perkantoran, dan pasokan air bagi warga terdampak.
"Atas petujuk Bapak Presiden tadi juga sudah disampaikan bahwa berkenaan dengan masalah pengurusan kembali seluruh dokumen-dokumen yang dimiliki oleh masyarakat memang diminta untuk tidak dipungut biaya," kata Mensesneg Prasetyo Hadi.
Sumber: Kementerian Sekretariat Negara



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5457729/original/052058000_1767019149-Mendagri.jpeg)
