PEMERINTAH Kota Tasikmalaya bersama Dinas Kehutanan Wilayah VI Provinsi Jawa Barat antisipasi bencana longsor dengan menanam berbagai jenis pohon dan bambu di kawasan Situ Ranca Merak, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi. Penanaman tersebut, sebagai upaya dalam pelestarian lingkungan sekaligus mitigasi bencana.
Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VI Jawa Barat, Agung Lukman mengatakan, intensitas hujan tinggi yang terjadi dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa longsor, banjir, pohon tumbang dan pergerakan tanah. Namun, berbagai upaya yang dilakukan berkolaborasi dengan Kota Tasikmalaya melakukan penanaman pohon beraneka jenis di Situ Ranca Merak.
"Kami berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui sebuah gerakan menaman pohon berbagai jenis mulai dari bambu, durian, mahoni, alpukat, mangga, rambutan, belimbing, jambu air, sawo kecik dan bambu. Penanaman buah-buahan ini, akan menjadi pintu masuk pembangunan kawasan bambu di Kota Tasikmalaya," katanya, Jumat (9/1/2026).
Agung mengungkapkan, situ Ranca Merak merupakan lokasi yang dipilih terutamanya dalam penanaman buah-buahan termasuk bambu dari China dan Jepang sesuai hasil diskusi dengan pemerintah daerah. Karena, kondisi tanah mendukung untuk kawasan penanaman pohon bambu dan selama ini sudah disiapkan ditanam tujuannya untuk kepentingan edukasi, bukan produksi.
"Targetkan perencanaan Dinas Kehutanan wilayah VI Provinsi Jabar selesai di bulan Februari hingga Maret 2026. Karena, lokasi Situ Ranca Merak akan ditanami puluhan jenis bambu termasuk buah-buahan yang mana nantinya memiliki nilai ekonomis dan dapat menarik pengunjung berwisata di tanam buah serta arboretum bambu," ujarnya.
Sementara, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra mengagakan, pemerintah daerah komitmen mendukung kebijakan Provinsi dalam perlindungan lingkungan dan target awal tahun pengenalan lokasi penanaman pohon bambu sebagai tahap arboretum yang dirancang bukan sekadar ruang hijau, tetapi juga berpotensi menjadi wisata pendidikan. Namun, kawasan juga akan berdampak bagi ekologi masyarakat dan menjadi bagian mitigasi bencana.
"Arboretum bambu ditambah aneka buah diproyeksikan di lahan seluas 3 hektare di Situ Ranca Merak termasuk kawasan lain bisa bermanfaat bagi lingkungan hingga masyarakat bisa memetik buahnya. Kawasan yang dijadikan Arboretum bambu menjadi konservasi, koleksi, pelestarian yang didedikasikan khusus untuk berbagai jenis tanaman bambu agar dapat menjaga kelestarian dan menjadi budaya masyarakat," pungkasnya. (H-2)




