Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh Tamiang
Kampung Bukit Tempurung, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, terus berbenah pascabanjir yang merendam kawasan tersebut secara merata sejak akhir November 2025.
Meski genangan air telah lama surut, jejak banjir akibat cuaca ekstrem masih terlihat di sejumlah sudut wilayah hingga kini.
Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat terus melakukan upaya pemulihan secara bertahap. Kawasan Bukit Tempurung yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga Kota Kuala Simpang menjadi prioritas agar kembali berfungsi normal.
Pemulihan dilakukan melalui kerja bersama atau gotong royong yang mulai menunjukkan hasil. Sejumlah jalur yang sebelumnya tertutup lumpur tebal kini kembali dapat dilalui warga.
Namun demikian, tantangan masih dihadapi, terutama pada saluran drainase yang di beberapa titik masih tersumbat sampah dan endapan lumpur. Kondisi ini menyebabkan genangan kembali muncul saat hujan turun.
Pada Jumat, 9 Januari 2026, kegiatan pembersihan difokuskan pada pembukaan dan normalisasi saluran drainase. Untuk mempercepat proses, alat berat berupa ekskavator dan dump truk dikerahkan ke lokasi.
Peralatan tersebut dioperasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Tamiang dengan dukungan pembiayaan dari Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menariknya, para operator alat berat yang terlibat merupakan putra daerah Aceh Tamiang. Pelibatan tenaga lokal ini menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam pemulihan pascabencana.
Upaya bersama ini menjadi harapan baru bagi warga Kuala Simpang. Dengan semangat gotong royong serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, Kampung Bukit Tempurung diharapkan dapat bangkit lebih kuat, lebih tangguh, dan kembali menjadi penggerak kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang.
Editor: Redaktur TVRINews




