Jakarta: Pendidikan karakter dinilai tetap menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki etika dan kepekaan sosial. Upaya tersebut salah satunya dilakukan Universitas Budi Luhur (UBL) melalui kegiatan diskusi budaya bertajuk One Day Kebudiluhuran: Membumikan Pendidikan Karakter Menuju Indonesia Emas.
Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa ini menghadirkan budayawan asal Klaten, Jawa Tengah, Sigit Isrutianto, sebagai narasumber utama. Diskusi membahas penerapan nilai-nilai kebudiluhuran dalam kehidupan bermasyarakat di tengah tantangan era modern yang kian kompleks.
Baca Juga :
Generasi Muda Didorong Jadi Akuntan Berintegritas dan Siap Bertransformasi Digital"Setelah mendapatkan teori, mahasiswa didorong untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam bentuk inovasi dan kreativitas nyata," kata Agus di Graha Mahardika, Universitas Budi Luhur, Jumat, 9 Januari 2026.
Rektor Universitas Budi Luhur, Agus Setyo Budi. Metrotvnews.com/ Deny Irwanto
Agus menjelaskan mahasiswa tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki karakter dan etika yang kuat agar mampu berkontribusi positif di masyarakat.
"Kami ingin lulusan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki budi pekerti yang baik. Pendidikan karakter menjadi bekal penting dalam kehidupan sosial," jelas Agus.
Senada dengan itu, Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, menyebut nilai-nilai kebudiluhuran semakin relevan di tengah perubahan sosial yang membuat sebagian masyarakat mulai menjauh dari etika dan tradisi.
"Nilai kebudiluhuran tidak cukup dipahami dalam satu hari, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat," ungkap Julian.
Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama. Metrotvnews.com/ Deny Irwanto
Dalam pemaparannya, Sigit Isrutianto menjelaskan budi luhur memiliki makna filosofis yang mendalam. Budi menurutnya berasal dari pambudi yang berarti hati atau watak manusia yang tercermin melalui sikap dan perilaku.
"Budi luhur adalah perbuatan yang mengarah pada kebaikan tertinggi. Untuk menyongsong Indonesia Emas, syaratnya adalah kecerdasan yang dibarengi dengan karakter luhur," ungkap Sigit.
Sigit juga mengingatkan pentingnya menjaga pikiran, karena pikiran akan memengaruhi ucapan, tindakan, kebiasaan, hingga membentuk karakter dan menentukan masa depan seseorang.
Melalui diskusi ini, mahasiswa diajak untuk lebih memahami bahwa pendidikan karakter bukan sekadar konsep, melainkan nilai hidup yang perlu dijalankan secara konsisten demi membangun masyarakat yang beretika, beradab, dan berkepribadian kuat.



