PYONGYANG, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diyakini tak berani tangkap Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dengan cara yang sama saat menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Keputusan Trump melakukan serangan ke Venezuela dan menculik Maduro, Sabtu (3/1/2026) pekan lalu mendapatkan tentangan dari banyak pihak.
Trump dianggap telah melanggar kedaulatan sebuah negara dan hukum internasional.
Baca Juga: Trump Ngotot Greenland Harus Jadi Milik Amerika Serikat, Demi Cegah Rusia dan China Melakukannya
Korea Utara bahkan mengecam langkah Trump, yang beralasan melakukan penangkapan terhadap Maduro karena keterlibatan dengan gembong narkoba.
Para ahli menyadari bahwa Kim Jong-un cukup was-was dengan apa yang terjadi.
Namun, Trump diyakini tak akan berani melakukan langkah yang sama terhadap Kim Jong-un, seperti yang dilakukannya ke Maduro.
Kekuatan nuklir Korea Utara disebut bakal menjadi penghalang Trump melakukan tindakan tersebut.
Menurut Profesor Hubungan Antar-Korea Institut Studi Timur Jauh, Universitas Kyungnam Lim Eul-chul, apa yang terjadi pada Maduro akan menjustifikasi Kim Jong-un meningkatkan ambisi nuklirnya.
Apalagi, menurutnya Kim Jong-un telah mengirim pesan kepada AS lewat uji coba peluncuran rudal yang dilakukan tak lama setelah insiden di Venezuela.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : Korea JoongAng Daily
- kim jong-un
- donald trump
- nicolas maduro
- korea utara
- tak berani tangkap kim jong-un



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468991/original/045752300_1768041012-1002289819.jpg)
