Bisnis.com, DENPASAR – Pantai di Bali ketika musim angin barat akan dipenuhi banyak sampah kiriman sehingga mengganggu pemandangan pantai yang awalnya indah.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bali mencatat, dalam kondisi puncak kiriman sampah, lebih dari 60 ton sampah per hari harus diangkut dari pantai.
Salah satu pantai yang rutin mendapat sampah kiriman yakni Pantai Kedonganan, Kuta. Pantai pasir putih ini dimusim hujan rutin mendapat sampah kiriman. Karena masalah tersebut, banyak komunitas, masyarakat hingga korporasi yang tergerak untuk melakukan aksi membersihkan pantai.
Pada Sabtu (10/9/2026), sekitar 500 orang relawan, komunitas lokal, turun membersihkan pantai Kedonganan. Kegiatan ini diinisiasi oleh produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Cleo. Para relawan dan komunitas ini menyebut membersihkan pantai seperti berwisata sambil menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sariguna Primatirta Tbk, Melisa Patricia, menjelaskan menjaga Bali tetap bersih dan lestari bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia usaha dan masyarakat.
Melisa menyebut kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata Cleo terhadap Instruksi Gubernur Bali serta Gerakan Bali Bersih Sampah, yang mendorong pembatasan penggunaan plastik sekali pakai dan pengurangan timbulan sampah plastik, khususnya dari produk air minum dalam kemasan berukuran kecil.
Cleo memandang kebijakan ini sebagai langkah progresif dan strategis untuk menjaga kelestarian lingkungan Bali sebagai destinasi budaya dan pariwisata dunia.
"Kami mendukung penuh kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam pengurangan sampah plastik, dan kami ingin berkontribusi melalui aksi nyata serta inovasi produk yang relevan dengan arah kebijakan tersebut,” jelas Melisa kepada media, Sabtu (10/1/2025).
Cleo bersama lebih dari 500 relawan dan komunitas peduli lingkungan Bendega berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah di kawasan Pantai Kedonganan.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5375892/original/089800500_1759985632-Pramono_Anung_soal_DBH_Dipangkas.jpeg)


