Ramai-Ramai Raksasa Migas Amankan Tanker Angkut Minyak Venezuela ke AS

cnbcindonesia.com
1 hari lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Juan Carlos Hernandez

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan-perusahaan minyak global sedang berupaya untuk mengamankan kapal tanker dan menyusun operasi logistik darurat guna mengirim minyak mentah Venezuela ke Amerika Serikat (AS). Hal ini menyusul dibukanya kembali keran ekspor setelah Presiden Nicolas Maduro tersingkir.

Sejumlah sumber Reuters yang mengetahui langsung proses tersebut menyebutkan, para perusahaan raksasa dunia perdagangan dan energi seperti Chevron, Vitol, dan Trafigura kini bersaing mendapatkan kontrak dari pemerintah AS untuk mengekspor minyak Venezuela.

Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak yang sebelumnya terkena sanksi kepada AS.


Baca: AS Menggila Lagi, Sita Kapal Tanker "Armada Bayangan" dari Venezuela

Dalam pertemuan dengan Gedung Putih pada Jumat lalu, Trafigura menyampaikan bahwa kapal pertamanya dijadwalkan mulai memuat minyak dalam waktu sepekan ke depan.

Namun proses ini tidak berjalan mudah. Selama beberapa bulan terakhir, Venezuela menghadapi blokade sehingga menyimpan minyaknya di dalam kapal tanker dan tangki darat yang kini nyaris penuh. Masalahnya, banyak kapal tersebut sudah tua, kurang terawat, dan masih berada dalam status sanksi.

Menurut sumber Reuters lainnya, kapal lain tidak dapat bersentuhan langsung dengan kapal yang disanksi karena risiko hukum dan asuransi, bahkan jika AS telah memberikan izin khusus. Selain itu, tangki penyimpanan di darat juga dilaporkan sudah bertahun-tahun tidak dirawat, sehingga meningkatkan risiko kebocoran maupun kecelakaan saat proses pemuatan.

Sementara, perusahaan pelayaran besar seperti Maersk dan American Eagle Tankers (AET) kini tengah menjajaki perluasan operasi ship-to-ship transfer di wilayah Venezuela.

Salah satu sumber menyebutkan Maersk berpotensi mengulang skema logistik yang pernah digunakan di Teluk Amuay, Venezuela, dengan memindahkan minyak dari kapal ke darat lalu ke kapal lain. Maersk juga memiliki operasi di Aruba dan Curaçao, wilayah yang kerap menjadi titik transit minyak Venezuela, meski biayanya lebih mahal.

Baca: Panas! Rusia Tembakkan Rudal Pembawa Nuklir Oreshnik ke Gerbang NATO

Maersk dalam pernyataannya mengatakan jumlah pegawainya di Venezuela terbatas, sekitar 17 orang, dan seluruhnya dalam kondisi aman. Operasi pengapalan disebut masih berjalan meski ada sedikit keterlambatan.

"Dengan 17 karyawan di negara ini, kehadiran Maersk di Venezuela terbatas. Semua karyawan aman dan bertanggung jawab, dan saat ini tidak ada perubahan pada layanan laut kami. Operasi terus berlanjut, dengan hanya penundaan kecil pada tahap ini, dan kami terus memantau situasi dengan cermat," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, mengutip Reuters, Sabtu (10/1/2026).

Sementara itu, AET, yang selama ini membantu pengiriman minyak Chevron dari Venezuela ke AS, juga dilaporkan dihubungi sejumlah calon klien baru untuk menambah kapasitas.

Jika berjalan optimal, pasokan minyak Venezuela ke AS berpotensi kembali ke level sebelum sanksi, yakni sekitar 500.000 barel per hari. Dengan volume tersebut, stok minyak yang menumpuk bisa terkuras dalam waktu 90-120 hari.

Namun para pelaku industri menilai target itu sulit dicapai, terutama karena minyak harus diambil baik dari kapal tanker penyimpanan maupun dari fasilitas darat yang infrastrukturnya sudah menua.

Baca: Update Gunung Sampah Longsor, Korban Jiwa Bertambah-Puluhan Hilang

Di sisi lain, persaingan juga memanas di terminal minyak Jose, pelabuhan utama Venezuela, yang memiliki keterbatasan kapasitas dan kecepatan bongkar muat. Chevron, sebagai mitra usaha patungan utama di negara tersebut, disebut tengah berupaya keras mempertahankan posisi istimewanya di terminal-terminal tersebut sambil menyiapkan armada kapalnya sendiri.

Tak hanya kapal dan terminal, perusahaan-perusahaan minyak juga kini berburu naphtha, bahan penting untuk mencampur minyak berat Venezuela agar lebih encer dan mudah diangkut serta diproses di kilang.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Industri Kopi Venezuela Tumbuh di Tengah Tekanan Sanksi AS

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Saan Mustopa Lantik 31 Pengurus DPW NasDem Maluku Utara
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Puluhan Ribu Orang Turun ke Jalan di Minneapolis, Protes Penembakan Renee Good oleh Agen ICE
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
LPPOM Gelar Gen Halal Championship, Dorong Literasi Halal di Kalangan Anak Muda
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Komdigi Blokir Sementara Grok AI Tangkal Konten Pornografi
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Banjir Melanda Muara Enim, Akses Jalan Desa Gemawang Tertutup
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.