Momen Nataru dan Cuaca Ekstrem Bikin Inflasi Pangan di Jateng

bisnis.com
17 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG - Inflasi di Jawa Tengah pada Desember 2025 tercatat di angka 0,50% secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 2,72% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK). Terutama pada komoditas cabai rawit, daging ayam ras, serta bawang merah.

Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari Hufaid, menjelaskan bahwa kenaikan harga pada komoditas pangan tersebut dipengaruhi oleh momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta kondisi cuaca di akhir tahun. "Cuaca ekstrem yang terjadi pada bulan Desember menyebabkan penurunan produksi komoditas hortikultura terutama komoditas cabai rawit dan bawang merah," jelasnya, dikutip Jumat (9/1/2026).

Baca Juga : Bank Jateng Cilacap Serahkan Hadiah Bima untuk 8 Nasabah

Inflasi di Jawa Tengah pada Desember 2025 juga disebabkan oleh kenaikan harga emas pada kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kenaikan harga emas secara bulanan memberikan andil inflasi sebesar 0,07% secara bulanan (mtm).

"Selama tahun 2025, komoditas emas selalu menjadi penyumbang kenaikan inflasi, kecuali pada bulan Mei 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi emas perhiasan menjadi 62,35% (yoy) atau lebih dua kali lipat inflasi emas perhiasan pada tahun 2024 yaitu 30,25% (yoy)," jelas Reina.

Di sisi lain, kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Turbo ikut mengerek kenaikan harga pada kelompok pengeluaran transportasi yang memiliki andil 0,02% (mtm) terhadap inflasi. Reina menjelaskan, peningkatan lebih lanjut pada kelompok pengeluaran tersebut tertahan oleh penurunan tarif angkutan udara sebesar 0,02% (mtm) seiring pemberian tiket domestik kelas ekonomi pada momen Nataru.

Reina menyampaikan bahwa BI bersama pemangku kepentingan yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah akan bekerja sama untuk menjaga inflasi agar sesuai dengan rentang sasaran. "Program pengendalian inflasi ditujukan untuk menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi barang atau komoditas di Jawa Tengah, sehingga inflasi dapat terjaga di rentang sasaran 2,5±1%," lanjutnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KA Ranggajati, Gajayana, dan Parahyangan Mulai Pakai Kereta Stainless Steel New Generation
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Pendidikan Berkelanjutan Advokat Jadi Prioritas HAPI di Periode 2025-2030
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Overload, Tumpukan Sampah Penuhi Jalan Kaliabang Ilir Bekasi: 3 Bulan Tidak Diangkut!
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Populer: Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 94,85 T; Langkah Trump Tekan Bunga KPR
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Ricuh! Massa Demo Bawa Babi ke Polresta Sorong Berujung Nyaris Bentrok dengan Polisi
• 16 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.