GenPI.co - Sekitar 30 ribu hektare tambak budi daya perikanan rusak, akibat banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh.
“Tambak mengalami kerusakan, imbas banjir di 16 kabupaten maupun kota di Aceh,” kata Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, dikutip dari Antara, Sabtu (10/1).
Dia mengungkapkan Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan tambak yang paling parah terdampak, yakni lebih dari 10 ribu hektare.
Kemudian, ada 4,9 ribu hektare tambak di Kabupaten Bireun, dan Aceh Tamiang, dengan 3,5 ribu hektare.
Trenggono menyampaikan tingkat kerusakan tambak ini bervariasi, mulai ringan hingga berat. Kondisi tersebut menyebabkan lebih dari 30 ribu pengusaha rugi.
Dia menyebut tambak-tambak yang rusak di daratan dan pesisir itu, mengembangkan sejumlah komoditas. Ada udang, bandeng, kakap, kerapu, lele, nila, mas, serta patin.
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas pun sudah meninjau budi daya ikan di Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, pada Kamis (8/1).
Ketua Umum PAN itu mengatakan pemerintah akan melakukan perbaikan infrastruktur dasar, supaya budi daya perikanan, kembali pulih.
Zulhas juga menekankan pentingnya revitalisasi sawah terdampak banjir, melalui perbaikan jaringan irigasi dan pembersihan endapan lumpur.
Dia mengatakan pemerintah memperjuangkan penyaluran jaminan hidup untuk warga terdampak banjir. (ant)
Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?



