Grid.ID - Film animasi Papa Zola The Movie tak hanya hadir sebagai tontonan hiburan keluarga, tetapi juga membawa pesan emosional yang kuat tentang makna perjuangan orang tua, khususnya seorang ayah. Spin-off dari semesta BoBoiBoy ini ternyata berhasil menyentuh hati para penontonnya, terutama di Malaysia, tempat film tersebut lebih dulu diputar.
Sutradara sekaligus penulis skenario Papa Zola The Movie, Nizam Abdul Razak, mengungkapkan bahwa film ini mendapat respons yang sangat emosional dari audiens. Menurutnya, banyak penonton yang menilai film tersebut sebagai sebuah “surat cinta” untuk para ayah dan pejuang keluarga.
"Ya, ya, itu bukan yang apa yang kami katakan, tetapi apa yang audiens di Malaysia yang sudah menonton, mereka katakan ini adalah surat cinta untuk ayah, untuk seorang ayah," ujar Nizam Abdul Razak di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan pada Jumat (9/1/2026).
Nizam mengaku tersentuh melihat reaksi penonton setelah menyaksikan film ini. Salah satu momen yang paling membekas baginya adalah ketika anak-anak yang menonton langsung memeluk ayah mereka usai film berakhir, sebagai bentuk rasa terima kasih dan penghargaan.
"Sebab itu saya sangat tersentuh bila kita lihat bagaimana seorang anak selepas habis menonton, peluk ayahnya, kata terima kasih. So itu bagi saya satu momen yang magikal," sambungnya.
Menurut Nizam, pesan utama Papa Zola The Movie memang tidak hanya ditujukan kepada sosok ayah semata, tetapi juga kepada seluruh anggota keluarga yang berjuang demi orang-orang yang mereka cintai. Film ini ingin mengangkat realitas bahwa perjuangan mencari nafkah dan menjaga keluarga kerap dilakukan secara sunyi, tanpa banyak kata.
"So ini memang surat cinta untuk ayah-ayah dan keluarga, pejuang sebenarnya. Bukan ayah saja, siapa pun yang berjuang, walaupun mungkin belum bergelar ayah, siapa pun yang mencari rezeki, berjuang rezeki, ibu juga, memang akan merasakan itulah surat cinta kepada mereka," tuturnya.
Pesan tersebut juga diamini oleh Rifky, perwakilan dari MD Pictures yang turut terlibat dalam distribusi film ini di Indonesia. Menurut Rifky, kedekatan emosional dengan orang tua akan membuat penonton semakin mudah tersentuh oleh cerita yang disajikan dalam Papa Zola The Movie.
"Sedikit menambahkan, buat teman-teman yang memiliki kedekatan dengan orang tua, ayah atau ibu, ketika sudah jadi ayah, jika teman-teman sudah jadi ayah, akan merasakan, "Oh, ternyata begini ya perjuangan jadi orang tua"," ujar Rifky perwakilan MD Pictures.
Ia menambahkan bahwa kekuatan film ini terletak pada kemampuannya menampilkan sisi manusiawi dari seorang figur yang selama ini dikenal sebagai sosok superhero. Papa Zola tidak hanya digambarkan sebagai karakter yang kuat dan pemberani, tetapi juga sebagai seorang ayah dengan beban tanggung jawab dan perasaan yang mendalam.
"Ternyata bahkan di film animasi pun tetap seperti itu, seorang superhero tetap jadi seorang bapak. Yang belum menjadi ayah, yang masih berbakti sama ayahnya atau yang mungkin ayahnya udah ini, lebih lagi merasakan bahwa, "Oh, bapak gua ternyata suka menyimpan hal-hal yang ini ya"," tuturnya.
Baca Juga: Sinopsis The Super Mario Galaxy Movie, Bowser Jr Jadi Ancaman Baru
Menariknya, Papa Zola The Movie ini membuahkan hasil yang baik dan sukses menguasai bioskop di Malaysia. Bahkan film ini telat ditonton lebih dari 3,5 juta penonton dan meraup pendapatan kotor sebesar 200 juta ringgit Malaysia (RM) atau sekitar Rp 206 miliar.
Sementara itu, film Papa Zola The Movie sendiri rencananya akan tayang di Indonesia mulai 23 Januari 2026.(*)
Artikel Asli




