Kementerian Pekerjaan Umum akan membangun sabo dam pada sejumlah aliran sungai di Aceh. Ini dilakukan sebagai upaya mencegah aliran sungai membawa gelondongan kayu dan lumpur seperti saat bencana banjir bandang beberapa waktu lalu.
PIC KemenPU, Arie Setiadi, mengatakan sabo dam tersebut akan dibangun di dalam kawasan hutan lindung.
"Karena kondisi geologi dan topografi, sungai-sungai di Aceh ini sangat rentan Bapak dan Ibu semuanya, rentan terhadap aliran debris yang mengangkut lumpur, tanah, batu-batu besar dan log-log kayu," ujar Arie dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Aceh, Sabtu (10/1).
"Untuk meminimalkan risiko ini kita memerlukan sabo dam yang terpaksa harus masuk ke hutan lindung karena di daerah itu kemiringan sungainya sangat curam," tambah dia.
Arie menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi terkait perizinan untuk membangun sabo dam di dalam hutan lindung.
Dia menjelaskan, desain sabo dam ini akan rampung dalam 3 bulan mendatang.
"Jadi kita kami duduk bersama tidak memerlukan izin lagi, kesepakatan lokasinya di mana dan lain-lain. Jadi insyaallah dalam 3 bulan kami selesaikan desainnya, setelah itu kita menyusun melaksanakan pekerjaannya," jelasnya.




