Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Tito Karnavian hampir semua wilayah di Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), hingga Aceh sudah kembali teraliri listrik, pascabanjir bandang akhir tahun lalu.
Tito menyebut, hanya tersisa 5 desa di Aceh yang masih belum masuk listrik.
Advertisement
"Hampir semua kepala daerah menyatakan sudah oke, secara umum jaringan utama ON,tapi jaringan menuju beberapa desa kecamatan itu tiang roboh, nah itu yang belum hidup," ujar Mendagri Tito dalam Rapat koordinasi satgas pemulihan bencana Sumatera DPR dan pemerintah digelar di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan dihadiri perwakilan pemerintah diantaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekejaan Umum RI Dody Hanggodo, Menteri Kesehatan RI Gunadi Sadikin.
Namun, Tito menyebut kebutuhan listrik di lima desa sementara dibantu oleh genset.
"Caranya dibantu oleh genset," kata dia.
Kebutuhan lain menurut Tito yang dibutuhkan adalah gas LPG 3 kg.
"Mereka minta gas 3kg, mereka meminta gas melon diperbanyak untuk masak," ucap Tito.
Sebelumnya, Tito meminta tambahan bawah kendali operasi (BKO) TNI/Polri sebanyak 5000 personel utmuk membantu percepatan pembersihan lumpur pasca bencana Sumatera.
"Pembersihan lumpur harus dipercepat. Tambah BKO TNI POLRI, saya bilang bisa gak ditambah 5000 lagi,” kata Tito dalam rapat.
Tito menilai, momen saat ini adalah momen tepat untuk mempercepat pemulihan, sebab sebelum ramadan datang. Apabila bulan puasa maka akan sulit kerja maksimal.
"Sekarang Nataru sudah selasai, mumpung sebelum ramadan," jelas Tito.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468826/original/036194100_1768019343-Rapat_Bencana_Aceh.jpeg)

