Kiper Barcelona, Marc-Andre ter Stegen, hingga saat ini masih mempertahankan keinginannya untuk bersaing memperebutkan posisinya di klub, meskipun Joan Garcia sudah datang musim panas lalu.
Namun, pemain Jerman itu kini tampaknya telah mengubah pendiriannya.
Manajer Girona, Michel Sanchez, menyatakan ketertarikannya pada ter Stegen pada akhir Desember 2025 lalu. Namun, pemain 33 tahun itu tidak berniat meninggalkan klub.
Melihat Hansi Flick yang terus memainkan Garcia di gawang untuk kompetisi piala, ter Stegen kini terbuka untuk hengkang.
Baca juga:
Marcus Rashford Bertahan di Barcelona, Siap Bayar Rp 588 Miliar ke Manchester United
Ter Stegen Mau Jadi Kiper Utama Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 Ter Stegen mau bermain di Piala Dunia 2026 bersama timnas Jerman. Foto: Dok. FC BarcelonaDirektur Olahraga timnas Jerman, Rudi Voller, dan manajer timnas Jerman, Julian Nagelsmann, secara terbuka menyatakan bahwa ter Stegen harus bermain di tim utama agar bisa menjadi kiper nomor satu untuk Die Mannschaft di Piala Dunia 2026.
Ter Stegen memberikan lampu hijau untuk kepindahan ke Girona
Ada salah satu kendala kepindahannya bagi Barcelona, yakni gajinya yang besar membebani bangku cadangan. Ia juga ingin tetap berada di Catalunya agar bisa dekat dengan anak-anaknya.
Pinjaman ke Girona memungkinkannya untuk melakukan hal tersebut, terutama untuk mendapatkan kesempatan bermain di tim utama.
Menurut laporan Sport, dia sekarang berada dalam posisi akan memberikan lampu hijau untuk kepindahan tersebut jika kesepakatan tercapai.
Baca juga:
Joan Garcia Makin Bersinar di Barcelona, Luis de la Fuente Makin Bingung soal Kiper Timnas Spanyol
Apakah Girona dan Barcelona Bisa Capai Kesepakatan untuk Ter Stegen? Girona dan Barcelona segera sepakati transfer Ter Stegen. Foto: Dok. FC BarcelonaPertanyaan mengenai apakah Girona dan Barcelona akan mencapai kesepakatan menjadi masalah lain. Barcelona menuntut setidaknya 20 hingga 25 persen dari gaji ter Stegen agar disetujui sebagai pemain pinjaman.
Gaji pemain Jerman itu diperkirakan sekitar 12 juta euro (Rp 235 miliar) per tahun. Pemain 33 tahun itu juga tidak berniat untuk melepaskan sebagian gajinya agar transfer ini terjadi.
Sementara itu, Girona hanya bersedia membayar 1 juta euro (Rp 19,6 miliar) dari gaji ter Stegen agar kesepakatan ini terwujud.
Tampaknya transfer ini menguntungkan semua pihak, kompromi tampaknya logis, tetapi hal itu membutuhkan salah satu pihak untuk mengalah terlebih dahulu. (sof)




