FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia negara paling bahagia di Dunia. Diklaim berdasarkan riset Harvard University bersama Baylor University dan Gallup melalui Global Flourishing Study
Namun faktanya ternyata tak sebombastis klaim Prabowo. Itu diungkapkan Konten Kreator Fathian Hafiz.
“Berhubung saya sudah pegang hasilnya, mari kita buktikan. Apakah bapak presiden memang baca datanya atau dibisikin doang dan iya-iya aja. Jadi riset yang dimaksud adalah Global Flourishing Study,” kata Fathian dikutip dari video yang dia unggah di Instagram, Sabtu (10/1/2026).
Dia mengungkapkan, riset tersebut adalah flourishing, bukan hapiness. Ini dua hal yang berbeda.
“Nah ini disurvei di 23 negara selama lima tahun, ada 207.000 sekian partisipan. Lalu keluarlah datanya, kita lihat Indonesia angkanya tinggi,” ujarnya.
Klaim presiden bahwa florishing skornya paling tinggi, terdiri dari beberapa indikator.
“Karakter orang Indonesia itu baik, tujuan hidupnya tinggi, terus code breif, gotong-royong, solidaritas, itu tinggi skornya. Makanya setelah di combine, skor akhirnya tinggi banget. Kebantu sama itu,” ucapnya.
Di sisi lain, dia menyebut ada beberapa skor yang jeblok.
“Oang Indonesia tidak bahagia. Life satisfaction nggak puas hidupnya, sama yang warna hijau nih. Tidak sehat secara fisik,” tambahnya.
Berangkat dari hal itu, dia menegaskan klaim Prabowo tak mendasar.
“Nah jadi kayaknya Pak Prabowo atau timnya itu ngelihat skor paling tinggi 8 koma, paling bahagia itu nggak dilihat isinya, klaimnya ngaco ya, kalau Indonesia paling bahagia kalau kita lihat di bawah Polandia, Brazil, Spain, US, Hongkong, China, Jerman, Sweden masih di bawah,” paparnya.
Sementara itu, dia mengatakan sebenarnya ada riset yang fokus ke happines. Namun Indonesia bukan yang paling tinggi, malah di urutan 83. Tampak dalam tabel masih di bawah Venezuela.
“Riset yang fokus ke happines level itu ada lagi. Namanya world happiness report, kita buka aja kali ya, di manakah Indonesia, jauh di bawah Thailand, Philipines,” pungkasnya.
“Gitu ya teman-teman, jadi jangan kayak bapak presiden, jangan over simplyfing. Jangan iya iya aja,” sambungnya. (Arya/Fajar)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429810/original/029953700_1764645013-000_32RM7MU.jpg)
