Bus dari Lampung Terbakar di Tambun Bekasi, Diduga akibat Korsleting

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com- Sebuah bus terbakar di Jalan Diponegoro, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (10/1/2026).

Dalam unggahan video akun Instagram @infotambun, bus yang terbakar berwarna hijau–kuning, dengan tulisan “Mercedes Benz OH 152” di sisi bodi.

Api terlihat berkobar dengan warna merah-oranye terang, membakar dari bagian bawah ke atas bus.

Baca juga: Rumah Kosong Terbakar di Tanjung Priok, Rumah di Belakang Ikut Terdampak

Video berdurasi 54 detik itu menunjukkan kobaran api berasal dari belakang bus lalu dengan cepat menjalar ke badan kendaraan.

Percikan api juga tampak menyentuh permukaan jalan.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=kebakaran hari ini, penumpang selamat, bus terbakar bekasi, kebakaran bus tambun, kebakaran bus di bekasi&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMC8xNDE1NDE1MS9idXMtZGFyaS1sYW1wdW5nLXRlcmJha2FyLWRpLXRhbWJ1bi1iZWthc2ktZGlkdWdhLWFraWJhdC1rb3JzbGV0aW5n&q=Bus dari Lampung Terbakar di Tambun Bekasi, Diduga akibat Korsleting§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Asap hitam pekat membubung tebal ke udara membuat jarak pandang di sekitar lokasi sangat terbatas.

Regu Damkarmat Kabupaten Bekasi, Antoni menyebut pihaknya menerima laporan kebakaran bus dari warga sekitar pukul 10.00 WIB.

Bus tersebut merupakan bus antarkota yang melaju dari Lampung menuju Pulau Jawa.

“Tadi kami dapat laporan dari warga sekitar jam 10.00 WIB. Bahwa ada kebakaran kendaraan bus di Tambun,” ujar Antoni, Sabtu.

Baca juga: Pengendara Beli Bensin di SPBU Senayan, tapi Tangki Masih Kosong

Dugaan awal, bus terbakar dipicu oleh arus pendek listrik.

“Dugaan sementara arus pendek listrik,” kata dia.

Dalam proses pemadaman, Damkarmat Kabupaten Bekasi menerjunkan tiga unit mobil pemadam, dibantu oleh Damkar Kota Bekasi, dengan total sekitar 20 personel.

Antoni memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Seluruh penumpang berhasil dievakuasi sebelum api membesar.

“Untuk korban tidak ada, karena semua berhasil dievakuasi. Alhamdulillah (pemadaman) berjalan dengan lancar,” ungkap Antoni.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Waspadai Angin Duduk, Gejalanya Sering Disangka Masuk Angin Padahal Tanda Serangan Jantung
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Mendagri: Dana Desa Terdampak Bencana Menyesuaikan Relokasi Warga
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
PWRI Klaten Gelar Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Prabowo Kasih Lampu Hijau, TKD Aceh 2026 Tidak Dipotong
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Janji Secepatnya Tahan Mantan Menag Yaqut
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.