Israel dan Suriah Sepakat Bentuk Mekanisme Keamanan Bersama dalam Perundingan yang Dimediasi AS

erabaru.net
17 jam lalu
Cover Berita

Washington menyatakan pertemuan di Paris ini mendorong dialog yang didesakkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah kekerasan terbaru di perbatasan memperuncing hubungan kedua negara.

EtIndonesia. Israel dan Suriah sepakat membentuk mekanisme keamanan dan komunikasi bersama setelah pertemuan trilateral yang dimediasi Amerika Serikat di Paris pada 6 Januari, menurut pernyataan bersama ketiga pemerintah.

Pejabat senior Israel dan Suriah bertemu di bawah naungan Amerika Serikat dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap keamanan dan stabilitas, meskipun hubungan antara Yerusalem dan Damaskus telah lama tegang serta situasi di perbatasan kedua negara terus membara.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa perundingan ini dimungkinkan oleh kepemimpinan Donald Trump di Timur Tengah, dengan fokus pada penghormatan terhadap kedaulatan dan stabilitas Suriah, keamanan Israel, serta kemakmuran bagi kedua negara.

Mekanisme “Sel Fusi” Keamanan

Kedua pihak sepakat membentuk “mekanisme fusi bersama”—sebuah sel komunikasi khusus untuk memungkinkan koordinasi cepat dan berkelanjutan.

Mekanisme ini akan memfasilitasi pertukaran intelijen, de-eskalasi militer, keterlibatan diplomatik, hingga peluang kerja sama komersial, dan akan beroperasi di bawah pengawasan Amerika Serikat.

Mekanisme ini dirancang sebagai wadah penyelesaian sengketa secara cepat sekaligus mencegah salah tafsir dan salah perhitungan antara kedua pihak.

“Pernyataan bersama ini mencerminkan semangat pertemuan besar hari ini serta tekad kedua pihak untuk membuka lembaran baru hubungan mereka demi generasi mendatang,” bunyi dokumen tersebut.

Amerika Serikat menyambut kesepakatan ini dan menegaskan komitmennya mendukung implementasi sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.

“Ketika negara-negara berdaulat bekerja sama secara saling menghormati dan produktif, kemakmuran akan dilepaskan,” tambah pernyataan tersebut.

Trump Menekan Dialog

Perundingan Paris berlangsung setelah intervensi publik Trump menyusul operasi militer Israel di dekat perbatasan Suriah yang memicu lonjakan ketegangan dan kecaman keras dari Damaskus.

Pada 1 Desember, Trump menyatakan dirinya “sangat puas” dengan kemajuan pemerintahan transisi Suriah, serta mengisyaratkan bahwa aksi militer lanjutan dapat merusak transisi politik negara itu setelah runtuhnya rezim Bashar al-Assad pada 2024.

Trump juga menulis di Truth Social bahwa presiden sementara Suriah, Ahmed al-Sharaa—yang mengunjungi Gedung Putih pada 10 November—“sedang bekerja keras” untuk membangun hubungan “jangka panjang dan makmur” dengan Israel.

Trump dan al-Sharaa terakhir bertemu pada Mei 2025 di Riyadh, Arab Saudi, di mana Trump mendesak Suriah untuk bergabung dengan Abraham Accords—serangkaian perjanjian normalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab. Isu ini tetap sangat sensitif di Damaskus dan tidak disebut dalam pernyataan Paris.

Pernyataan Israel

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pada 6 Januari bahwa perundingan Paris merupakan bagian dari visi Trump untuk memajukan perdamaian di Timur Tengah.

Dalam perundingan, Israel menekankan pentingnya menjamin keamanan warganya dan mencegah ancaman di sepanjang perbatasan. Kantor Netanyahu juga menyoroti perlunya mendorong kerja sama ekonomi demi keuntungan bersama Israel dan Suriah.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa dialog akan terus berlanjut untuk mencapai tujuan bersama dan menjamin keselamatan minoritas Druze di Suriah.

Pasukan Israel telah mempertahankan kehadiran militer di sebagian wilayah Suriah selatan sejak jatuhnya rezim al-Assad, dengan alasan kekhawatiran keamanan serta perlindungan komunitas Druze.

Druze adalah kelompok minoritas keagamaan yang berkembang sebagai cabang dari Islam, dan memiliki komunitas di Suriah, Israel, serta Lebanon.

Sekitar 24.000 warga Druze Israel tinggal di Dataran Tinggi Golan—wilayah yang direbut Israel dalam Perang Enam Hari 1967 dan kemudian dianeksasi. Langkah ini diakui Amerika Serikat, namun tidak oleh sebagian besar komunitas internasional.

Ketegangan Perbatasan

Ketegangan kembali meletup pada 28 November, ketika enam tentara Israel terluka dalam operasi militer Israel di dekat desa Suriah Beit Jinn, sekitar 6,5 kilometer di sebelah timur zona penyangga Dataran Tinggi Golan.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyebut misi tersebut bertujuan menangkap tersangka yang terkait kelompok Islamis Jamaa Islamiya.

Menurut IDF, sejumlah kombatan bersenjata menembaki pasukan Israel, memicu tembakan balasan serta dukungan udara jarak dekat dari helikopter, drone, dan jet tempur. Militer Israel menyatakan semua tersangka berhasil ditangkap dan beberapa “teroris” “dilenyapkan.”

Media pemerintah Suriah melaporkan sedikitnya 13 orang tewas dalam apa yang disebut Damaskus sebagai “kejahatan perang penuh.”

Kementerian Luar Negeri Suriah menuduh Israel melakukan “agresi berat” yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan, menurut kantor berita negara SANA.

Bill Pan berkontribusi dalam laporan ini.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kaesang Ingin Jadikan Jateng 'Kandang Gajah' di Pemilu 2029, Reaksi PDIP Mengejutkan!
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Heboh MBG Balita Pakai Kantong Kresek, Komisi IX DPR Minta SPPG Disanksi
• 47 menit laludetik.com
thumb
Khamenei Ancam Tindak Keras Demonstran Iran
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ringan Hingga Disertai Petir pada Akhir Pekan
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
TNI AD Rampung Bangun 17 Jembatan Bailey Usai Banjir Sumatera
• 17 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.