Penanganan Tumpukan Sampah di Pasar Kramat Jati Ditargetkan Selesai 5 Hari

kompas.com
23 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menargetkan penanganan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dapat diselesaikan dalam waktu lima hari ke depan.

Untuk mempercepat proses tersebut, DLH mengerahkan 25 unit perbantuan guna menangani akumulasi sampah yang menumpuk.

“Untuk mengatasi kondisi tersebut, Sudin LH Jakarta Timur menargetkan penanganan perbantuan dapat dituntaskan dalam lima hari ke depan," ujar Kepala Sudin LH Jakarta Timur, Julius Monangta, dalam keterangan, Sabtu (10/1/2026).

Baca juga: Kala Gunungan Sampah di Pasar Kramat Jati Lebih Tinggi dari Alat Pengangkut

Ia menjelaskan, penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sebenarnya dilakukan setiap hari.

Namun, pada periode tertentu seperti musim buah, volume sampah melonjak dan melampaui kapasitas penanganan rutin.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=sampah, Pasar Induk Kramat Jati, penanganan sampah, DLH DKI Jakarta, Lonjakan Sampah&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMC8xNTQ4MDAxMS9wZW5hbmdhbmFuLXR1bXB1a2FuLXNhbXBhaC1kaS1wYXNhci1rcmFtYXQtamF0aS1kaXRhcmdldGthbi1zZWxlc2FpLTU=&q=Penanganan Tumpukan Sampah di Pasar Kramat Jati Ditargetkan Selesai 5 Hari§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

"Artinya, terjadi akumulasi atau 'tabungan' sampah sekitar 60 ton setiap harinya," lanjut dia.

Febryan Kevin/Kompas.com Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati yang diresahkan warga, Rabu (7/1/2026).

Untuk mengatasi kondisi tersebut, armada pengangkut sampah diprioritaskan melakukan dua kali pengangkutan per hari menuju TPST Bantargebang.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pengurangan tumpukan sampah.

Dalam kegiatan perbantuan ini, Sudin LH Jakarta Timur mengerahkan 23 pengemudi, dua operator alat berat, serta empat pengawas lapangan.

Penanganan sampah didukung 13 unit dump truck, 10 unit tronton, dan dua unit shovel loader.

Julius menegaskan, berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2013 dan Pergub Nomor 102 Tahun 2021, kawasan komersial termasuk pasar wajib mengelola sampah secara mandiri.

“Kewajiban pengelolaan sampah secara mandiri tetap harus dijalankan oleh Perumda Pasar Jaya sesuai ketentuan yang berlaku," kata dia.

Baca juga: Pengelola Pasar Induk Kramat Jati Pastikan Perbaiki Tembok Jebol Usai Sampah Diangkut

Sebelumnya, gunung sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai diangkut oleh DLH DKI Jakarta.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (8/1/2026), sebanyak tiga alat berat dikerahkan untuk mengurai tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasar tersebut.

Alat berat itu digunakan untuk memindahkan sampah ke truk-truk pengangkut milik DLH.

Kondisi ini berbeda dibandingkan sehari sebelumnya, ketika hanya terlihat satu alat berat yang beroperasi di lokasi.

Sejumlah titik tumpukan sampah juga mulai berkurang ketinggiannya dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Baca juga: Pengendara Beli Bensin di SPBU Senayan, tapi Tangki Masih Kosong

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Meski demikian, kondisi jalan di sekitar TPS masih terlihat becek dan licin akibat sisa sampah yang tercecer di badan jalan.

Di tengah proses pengangkutan, masih tampak beberapa warga yang membuang sampah di kawasan tersebut.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pramono Anung Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said: Biar Bang Yos Tidur Nyenyak
• 4 menit lalumerahputih.com
thumb
Kementan Sita 133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal di Semarang
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dalami Aliran Uang Korupsi Yaqut, KPK Periksa 400 Biro Haji, Himbau Segera Kembalikan
• 16 jam laludisway.id
thumb
Sukses Gaet Penjaminan CGIF dari Asian Development Bank, Pollux Hotels Group (POLI) Raih Rating idAAAcg
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Wanti-wanti Peneliti UGM Soal Superflu, Tetap Bisa Fatal Bagi yang Rentan
• 3 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.