FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Komika Pandji Pragiwaksno mengungkap kondisi terbarunya. Usai dirinya dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh kelompok yang mengklaim diri sebagai pemuda NU dan Muhammadiyah.
Menanggapi hal itu, Pragiwaksono buka suara melalui sebuah video diunggah di akun Instagram pribadinya. Dia mengucapkan terima kasih karena banyak orang yang telah memberikan dukungan untuknya.
“Hai, apa kabar Indonesia? Gua cuma mau bilang terima kasih untuk dukungannya, untuk doanya. Banyak banget yang ngedoain yang baik-baik ke gua,” kata Pandji Pragiwaksono.
Pandji saat ini tidak sedang berada di Indonesia. Sang komika berada di New York, Amerika Serikat, bersama anak dan istrinya. Pandji tidak lupa mengungkapkan kondisinya usai dilaporkan oleh pemuda NU dan Muhammadiyah.
“Gua baik-baik saja di New York habis ngisi siaran dan baru mau balik ke rumah, lapar nih. Mau balik ke anak-anak dan istri, dan makan malam sama mereka,” kata Pandji Pragiwaksono.
Selain itu, Pandji juga mendoakan penggemar dan penonton videonya agar selalu dalam keadaan sehat dan kondisi mereka juga dalam keadaan baik-baik saja. Pandji menegaskan bahwa dirinya sayang dan cinta kepada mereka.
“Terima kasih sudah mencintai kesenian stand up comedy. Semoga-moga gua masih punya banyak perkomedian untuk anda,”ujar Pandji Pragiwaksono.
Sementara itu, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Pusat Muhammadiyah membantah terlibat melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke polisi. Itu diungkapkan menanggapi klaim pelapor.
Pelapor melaporkan Pandji ke Polda Metro Jaya pada Rabu 7 Januari 2026 malam. Mereka menamakan diri sebagai Angkatan Muda NU dan Aliansi Pemuda Muhammadiyah.
Namun ini dibantah dua pengurus organisasi agama Islam terbesar di Indonesia itu. Di pihak PBNU, itu dikonfirmasi Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla alias Gus Ulil.
Dia menegaskan, tidak ada lembaga, badan otonom, maupun perkumpulan NU dengan nama tersebut.
“Kalau representasi PBNU jelas tidak,” ujar Gus Ulil, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, NU sebagai organisasi besar dan terbuka kerap dijadikan payung oleh berbagai pihak untuk mengatasnamakan gerakan tertentu.
“Banyak orang bikin ini itu atas nama NU. Karena NU sifatnya terbuka, siapa saja bisa bikin lembaga atas nama NU,” katanya.
Di pihak Muhammadiyah, itu dikonfirmasi oleh Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan. Dia menegaskan, tindakan atau pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Muhammadiyah bukan sikap resmi organisasi.
“Pengatasnamaan Muhammadiyah oleh kelompok atau individu tertentu tidak serta-merta mencerminkan pandangan dan sikap Persyarikatan,” kata Bachtiar melalui unggahan di akun Instagram resmi, Jumat (9/1/2026).
Dia menekankan, sikap resmi Muhammadiyah hanya dapat disampaikan oleh pimpinan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
PP Muhammadiyah menghormati hak warga negara untuk menempuh jalur hukum, namun menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan tanggung jawab pribadi atau kelompok, bukan institusi.
“Muhammadiyah mengajak generasi muda menjaga etika bermedia, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, serta menghindari tindakan yang menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.
(Arya/Fajar)




