Awal Januari 2026, BI Pantau Ketat Stabilitas Rupiah dan Pasar Keuangan

idxchannel.com
23 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah indikator pasar keuangan menunjukkan dinamika yang dipengaruhi oleh pergerakan global maupun aliran modal asing.

Awal Januari 2026, BI Pantau Ketat Stabilitas Rupiah dan Pasar Keuangan. (Foto: Doc. MNC GROUP)

IDXChannel - Berdasarkan perkembangan perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia (BI) menyampaikan update indikator stabilitas nilai tukar Rupiah selama periode awal Januari 2026. Sejumlah indikator pasar keuangan menunjukkan dinamika yang dipengaruhi oleh pergerakan global maupun aliran modal asing.

Dalam perkembangan nilai tukar periode 5–9 Januari 2026, Rupiah pada akhir perdagangan Kamis, 8 Januari 2026, ditutup pada level (bid) Rp16.785 per dolar AS. Pada saat yang sama, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun tercatat naik ke level 6,05 persen.

Baca Juga:
Bank Indonesia Komit Perkuat UMKM Lokal Demi Dorong Ekonomi Sulawesi Utara

Sementara itu, indeks dolar AS atau DXY menguat ke level 98,93. Di sisi lain, yield US Treasury (UST) Note tenor 10 tahun justru mengalami penurunan ke level 4,167 persen. Memasuki perdagangan pagi hari Jumat, 9 Januari 2026, Rupiah dibuka melemah di level (bid) Rp16.815 per dolar AS. Pada saat yang sama, yield SBN tenor 10 tahun kembali meningkat ke level 6,15 persen.

Dari sisi aliran modal asing, Bank Indonesia mencatat premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun per 8 Januari 2026 berada di level 69,57 basis poin. Angka tersebut tercatat naik dibandingkan posisi pada 2 Januari 2026 yang sebesar 67,62 basis poin.

Baca Juga:
Purbaya Utus Wamenkeu Suahasil Nazara Hadiri RDG Bank Indonesia Akhir 2025

Berdasarkan data transaksi pada periode 5–8 Januari 2026, investor nonresiden membukukan beli neto sebesar Rp1,44 triliun. Aliran dana tersebut terdiri dari beli neto sebesar Rp1,78 triliun di pasar saham dan Rp1,04 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara itu, di pasar SBN tercatat jual neto sebesar Rp1,38 triliun.

Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, berdasarkan data setelmen hingga 8 Januari 2026, nonresiden tercatat melakukan beli neto sebesar Rp3,85 triliun di pasar saham, Rp3,23 triliun di pasar SBN, serta Rp0,26 triliun di SRBI.

Baca Juga:
Bank Indonesia Sebut BI Rate 4,75 Persen Jadi Level Terendah Sejak 2022

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait, serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan guna menjaga stabilitas dan mendukung ketahanan eksternal perekonomian Indonesia di tengah dinamika global.

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kredit Rumah Bisa Pakai Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan, Begini Caranya
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kelompok Cipayung Plus Dorong Kemlu Perbaiki Tata Kelola Demi Politik Luar Negeri Bebas Aktif
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Jasad Mahasiswa Ditemukan Mengapung di Parit
• 6 jam lalurealita.co
thumb
BeauPicks: 7 Rekomendasi Tas Mini dari Brand Lokal yang Cocok untuk Hangout
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Persebaya Beringas, Malut United Buang Kesempatan Geser Persib dan Persija
• 22 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.