Banjarbaru (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1), yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
"Mudah-mudahan InsyaAllah rencananya begitu mohon do'anya. Kami mohon dengan hormat presiden bisa meresmikan secara langsung, ya," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu.
Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memberi akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini sulit menjangkau layanan pendidikan
Peluncuran tersebut, menurut Saifullah, menandai dimulainya operasional Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik yang tersebar di berbagai daerah. Kementerian Sosial bertanggung jawab atas penyelenggaraan program tersebut karena Sekolah Rakyat menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan nasional.
“Anaknya sekolah, keluarganya diberdayakan. Anak lulus, keluarga naik kelas dan menjadi berdaya. Ini bagian dari legacy Presiden,” cetusnya.
Baca juga: Kemensos buka seleksi siswa baru Sekolah Rakyat Februari 2026
Kementerian Sosial melaporkan sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lebih dari tiga juta anak usia sekolah berada dalam kondisi tidak sekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah, dan sebagian di antaranya kini telah mengakses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.
Kondisi tersebut selaras dengan tujuan Sekolah Rakyat yang dirancang tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga menjadi miniatur pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan keluarga secara simultan, termasuk bantuan sosial, jaminan kesehatan, hingga penguatan ekonomi keluarga.
Saat ini, lebih dari 15 ribu siswa telah mengikuti pembelajaran di 166 Sekolah Rakyat rintisan dari ujung barat Aceh hingga Papua yang didukung dengan teknologi digital, termasuk learning management system, laptop untuk siswa, serta papan digital interaktif di kelas.
Ke depan, pemerintah menargetkan pembukaan hingga 500 titik Sekolah Rakyat pada 2029, seiring pembangunan sekolah permanen yang telah dimulai di 104 titik dan ditargetkan mencapai 200 titik untuk meningkatkan daya tampung hingga 500 ribu siswa.
Baca juga: Kemensos setujui pembangunan Sekolah Rakyat di Manokwari
Baca juga: Waskita Karya garap proyek Sekolah Rakyat senilai Rp757 miliar di Aceh
"Mudah-mudahan InsyaAllah rencananya begitu mohon do'anya. Kami mohon dengan hormat presiden bisa meresmikan secara langsung, ya," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu.
Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memberi akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini sulit menjangkau layanan pendidikan
Peluncuran tersebut, menurut Saifullah, menandai dimulainya operasional Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik yang tersebar di berbagai daerah. Kementerian Sosial bertanggung jawab atas penyelenggaraan program tersebut karena Sekolah Rakyat menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan nasional.
“Anaknya sekolah, keluarganya diberdayakan. Anak lulus, keluarga naik kelas dan menjadi berdaya. Ini bagian dari legacy Presiden,” cetusnya.
Baca juga: Kemensos buka seleksi siswa baru Sekolah Rakyat Februari 2026
Kementerian Sosial melaporkan sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lebih dari tiga juta anak usia sekolah berada dalam kondisi tidak sekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah, dan sebagian di antaranya kini telah mengakses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.
Kondisi tersebut selaras dengan tujuan Sekolah Rakyat yang dirancang tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga menjadi miniatur pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan keluarga secara simultan, termasuk bantuan sosial, jaminan kesehatan, hingga penguatan ekonomi keluarga.
Saat ini, lebih dari 15 ribu siswa telah mengikuti pembelajaran di 166 Sekolah Rakyat rintisan dari ujung barat Aceh hingga Papua yang didukung dengan teknologi digital, termasuk learning management system, laptop untuk siswa, serta papan digital interaktif di kelas.
Ke depan, pemerintah menargetkan pembukaan hingga 500 titik Sekolah Rakyat pada 2029, seiring pembangunan sekolah permanen yang telah dimulai di 104 titik dan ditargetkan mencapai 200 titik untuk meningkatkan daya tampung hingga 500 ribu siswa.
Baca juga: Kemensos setujui pembangunan Sekolah Rakyat di Manokwari
Baca juga: Waskita Karya garap proyek Sekolah Rakyat senilai Rp757 miliar di Aceh



