4 Luka-luka Akibat Ledakan Beruntun di 11 SPBU Thailand

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Bangkok, VIVA – Serangkaian ledakan mengguncang hampir selusin stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Thailand selatan pada Minggu dini hari, 11 Januari 2025. Aksi tersebut melukai sedikitnya empat orang, menurut keterangan militer Thailand, dan menjadi insiden terbaru di wilayah yang telah lama dilanda konflik bersenjata tingkat rendah.

Pemberontakan yang berlangsung sejak 2004 di kawasan mayoritas Muslim yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu telah menewaskan ribuan orang, seiring tuntutan kelompok pemberontak untuk memperoleh otonomi yang lebih luas.

Baca Juga :
Trump Kucurkan 45 Juta Dolar AS untuk Dukung Gencatan Senjata Thailand dan Kamboja
20 Orang Tewas dalam Serangan Koalisi Arab Saudi di Yaman

Dalam pernyataannya, militer menyebutkan sejumlah bom meledak dalam rentang waktu sekitar 40 menit setelah tengah malam. Ledakan tersebut memicu kebakaran di 11 SPBU yang tersebar di tiga provinsi paling selatan Thailand, yakni Narathiwat, Pattani, dan Yala.

Hingga kini, pihak berwenang belum mengumumkan adanya penangkapan maupun mengungkap pihak yang diduga bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"(serangan) Itu terjadi hampir bersamaan. Sekelompok pria yang jumlahnya tidak diketahui datang dan meledakkan bom yang merusak pompa bensin," kata Gubernur Narathiwat Boonchauy Homyamyen kepada media lokal, menambahkan bahwa seorang petugas polisi terluka di provinsi tersebut.

Militer juga melaporkan seorang petugas pemadam kebakaran serta dua karyawan SPBU terluka di Pattani. Juru bicara militer Thailand kepada AFP mengatakan keempat korban telah mendapatkan perawatan di rumah sakit dan tidak mengalami luka serius.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyatakan kepada wartawan bahwa aparat keamanan meyakini serangan itu merupakan sebuah "sinyal" yang bertepatan dengan pelaksanaan pemilihan administrator lokal pada hari yang sama, dan "tidak ditujukan untuk pemberontakan".

Sementara itu, Komandan Militer Wilayah Selatan Narathip Phoynok mengatakan ia telah memerintahkan peningkatan pengamanan ke “tingkat maksimum di semua area”, termasuk di pos pemeriksaan jalan raya dan perbatasan.

Wilayah selatan Thailand dikenal memiliki perbedaan budaya yang kuat dibandingkan kawasan lain di negara tersebut yang mayoritas beragama Buddha, yang telah menguasai wilayah itu lebih dari satu abad lalu.

Hingga kini, daerah tersebut berada di bawah penjagaan ketat aparat keamanan Thailand, yang kerap menjadi sasaran serangan kelompok pemberontak. (CNA)

Baca Juga :
Densus: Pelaku Penusukan di Rusia Terinspirasi Insiden Ledakan SMAN 72
Pastikan Pasokan BBM Tetap Andal di Tengah Pemulihan Aceh, Pertamina Patra Niaga Perkuat Sinergi
Baru 10 Hari Berdamai, Thailand Tuduh Kamboja Langgar Gencatan Senjata

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Melihat JPO Sarinah Dibangun: JPO Pertama RI, Akan Kembali Beroperasi
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Menko Zulkifli Hasan Tinjau Pasar Bandarjo Semarang, Pastikan Harga Pangan Mulai Turun
• 13 jam lalupantau.com
thumb
AS sebut milisi usir warga Amerika, Venezuela: Negara kami aman
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Tidak Tampilkan Tersangka Suap Pajak di Jakarta Utara, Begini Alasannya
• 12 jam lalufajar.co.id
thumb
Google Buka Suara soal Investasi di Gojek yang Disebut dalam Dakwaan Nadiem
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.