Jakarta, IDN Times - Pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan sejumlah instansi lainnya kembali mengadakan rapat koordinasi penanganan bencana pascabanjir di Aceh. Ini merupakan rapat koordinasi perdana usai Presiden Prabowo Subianto membentuk satuan tugas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi banjir di Pulau Sumatra. Satgas itu dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Tito yang duduk di samping Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, surat keputusan presiden mengenai penunjukkan dirinya sebagai ketua satgas diterimanya pada Jumat (9/1/2026). Keppres tersebut, kata Tito, ditetapkan pada Kamis (8/1/2026). Mantan Kapolri itu mengaku, tugasnya unik lantaran masih ada sejumlah kabupaten atau kota yang memberlakukan status tanggap darurat meskipun diperintahkan sudah mulai masuk ke tahap pemulihan.
"Tugas satgas ini untuk mempercepat koordinasi dan rehabilitasi pascabencana. Tapi, kami bekerja di saat masih ada yang memberlakukan status tanggap darurat," ujar Tito seperti dikutip dari YouTube DPR RI, Sabtu (10/1/2026).
Ia kemudian menyebut sejumlah nama yang duduk sebagai anggota pengarah dari satgas percepatan koordinasi dan rehabilitasi pascabencana. Posisi itu, kata Tito, diisi oleh semua menteri koordinator dan Panglima TNI. Namun, mantan Kepala Densus 88 Antiteror itu lupa menyebut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ikut masuk ke dalam tim pengarah.
"Untuk pelaksananya dipimpin oleh ketua Menteri Dalam Negeri. Wakil Ketua Pelaksana ada empat, yaitu Kepala Staf Umum TNI Richard Tampubolon, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto, Komandan Korps Brimob Polri Komjen Ramdani Hidayat, dan Kepala Danantara Rosan Roeslani," tutur dia.



