Megawati Soroti Bencana Sumatra: Regulasi Beri Karpet Merah untuk Deforestasi

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Umum (Ketum) PDI-Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri angkat bicara terkait dengan bencana banjir dan longsor di Sumatra.

Megawati menilai bahwa bencana Sumatra tidak semata-mata disebabkan oleh kehendak alam. Sebab, bencana itu juga dipengaruhi oleh faktor manusia.

Menurutnya, hutan alam dan wilayah adat telah dirampas secara masif dan malah digantikan oleh tanaman monokultur berakar dangkal dan miskin daya dukung ekologis. 

"Akibatnya jelas dan nyata. Ketika hujan turun, air tidak lagi terserap. Air kehilangan fungsinya sebagai sumber kehidupan, lalu berubah menjadi kekuatan penghancur," ujar Megawati dalam rakernas PDIP di Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Dia menambahkan, bencana banjir dan longsor ini merupakan krisis peradaban ekologis. Krisis itu, menurut Megawati, terjadi saat manusia telah menempatkan dirinya sebagai penguasa alam.

Selanjutnya, Presiden ke-5 RI itu menyinggung bahwa bencana ini merupakan produk dari aturan atau regulasi yang memberikan karpet merah kepada konsesi besar yang membuka jalan untuk deforestasi.

Baca Juga

  • Megawati Kecam Intervensi Militer AS ke Venezuela: Ini Neokolonialisme
  • Megawati Perintahkan Kader PDIP Bantu Pulihkan Bencana di Sumatra
  • Megawati Hadiri Rakernas 2026 & HUT ke-53 PDIP di Ancol Hari Ini

"Atas nama pembangunan, rakyat disingkirkan dan alam dikorbankan. Ini bukan pembangunan, melainkan pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban," tambahnya.

Di lain sisi, Megawati juga mengingat soal perkataan ayahnya sekaligus Presiden ke-1 RI Soekarno yang menyinggung soal pentingnya menjaga alam.

"Tahun 1946, beliau berkata dengan sangat sederhana namun mendalam: 'Hidup minta makan, makan minta padi, padi minta hutan. Tidak ada hutan, tidak ada sumber. Tidak ada sumber, tidak ada air.' Hari ini, kebenaran itu terbukti secara tragis," pungkas Megawati.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bayi berusia tujuh hari meninggal akibat cuaca ekstrem di Jalur Gaza
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Viral! Na Daehoon Diduga Lakukan KDRT, Jule Khawatirkan Kondisi Anak
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Kasih Lampu Hijau, TKD Aceh 2026 Tidak Dipotong
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Fakta-Fakta OTT Pegawai Ditjen Pajak oleh KPK
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Sulsel Waspada Banjir
• 9 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.