Bayi berusia tujuh hari meninggal akibat cuaca ekstrem di Jalur Gaza

antaranews.com
20 jam lalu
Cover Berita
Gaza (ANTARA) - Sumber-sumber medis melaporkan seorang bayi berusia tujuh hari meninggal dunia, Sabtu (10/1) pagi di Deir al-Balah, Jalur Gaza bagian tengah, akibat suhu dingin ekstrem dan penurunan suhu yang drastis.

Dengan kejadian tersebut, jumlah korban meninggal akibat cuaca buruk dan dingin ekstrem yang melanda Jalur Gaza kini telah melampaui 15 orang.

Angka tersebut mencerminkan kondisi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan di wilayah Jalur Gaza, terutama bagi anak-anak dan warga yang mengungsi serta tinggal di tenda-tenda darurat yang rapuh dan tidak mampu melindungi mereka dari terpaan kerasnya musim dingin.

Warga Jalur Gaza terus menghadapi kekurangan tempat tinggal dan layanan kesehatan, serta keterbatasan bahan bakar untuk pemanas, di tengah cuaca badai, hujan, dan suhu dingin yang berkepanjangan.

Sumber: WAFA-OANA

Baca juga: Badai musim dingin memperparah penderitaan pengungsi di Jalur Gaza

Baca juga: Anak-anak Gaza tewas akibat cuaca dingin, MSF desak Israel buka akses


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Proyek SRRL Mulai Dibangun 2027, Khofifah: Solusi Transportasi Aglomerasi Surabaya
• 3 menit lalubisnis.com
thumb
Pegawai Pajak di Jakut Jadi Tersangka KPK, DJP Minta Maaf
• 8 jam laludetik.com
thumb
Mendagri Dorong Revitalisasi Sawah Terdampak Bencana di Gayo Lues
• 4 jam laludetik.com
thumb
DNIKS Minta Program Kesejahteraan Sosial Jadi Prioritas Nasional Tahun 2026
• 7 jam lalufajar.co.id
thumb
Niat Sholat Syuruq, Tata Cara, dan Doa Lengkap Serta Keutamaannya
• 11 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.