REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Adakalanya, manusia tak bisa mengendalikan emosi. Sehingga, membuatnya lupa diri dan bisa melakukan perbuatan yang membahayakan orang.
Rasulullah SAW pernah mencontohkan doa ketika manusia dilanda amarah. Lalu bagaimana bacaan doa yang telah diajarkan Rasulullah agar tidak mudah tersulut emosi?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- BNN Bongkar Pabrik Tembakau Sintesis di Perumahan Tangerang
- Awalnya Coba-coba, Kini Jadi Pembelajaran Nyata, Cerita The Bloom di Entrepreneur Fair UBSI
- Soroti Kesehatan Mental, Dosen UBSI Dengarkan Curhat Publik Lewat Machine Learning
Doa Rasulullah ini telah direkam dalam salah satu karya Imam An-Nawawi, yaitu , Al-Adzkar An-Nawawiya. Berikut bacaan doanya:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Latin: Allahummaghfirli dzanbi, wa adzhib ghaizha qalbi, wa ajirni minas syaithan.
Artinya: “Tuhanku, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan”
Selain itu, orang yang sedang marah juga dianjurkan membaca ta’awudz seperti yang diajarkan Rasulullah, yaitu A'udzubillaahi minasy syaithanir rajim (Saya berlindung diri kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk). Bacaan ta’awudz ini ini akan membuat orang yang sedang marah tidak terjerumus ke dalam rayuan setan.
Dalam sebuah hadits dari Sulaiman bin Surd, ia menceritakan:
“Suatu hari saya duduk bersama Rasulullah SAW. Ketika itu ada dua orang yang saling memaki. Salah satunya telah merah wajahnya dan urat lehernya memuncak.
Kemudian Rasulullah bersabda: “Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A'udzubillaahi minasy syaithanir rajim, marahnya akan hilang". (HR Bukhari dan Muslim).




