Denpasar (ANTARA) - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengungkapkan gempa bumi dangkal dengan magnitudo 4,5 di Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, memiliki gerakan mendatar (strike slip).
"Gempa bumi yang terjadi itu adalah dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut," kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar, Sabtu.
Hasil tersebut diketahui berdasarkan analisis dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter gempa bumi tektonik yang terjadi pada pukul 17.34 WITA.
Episenter terletak pada koordinat 9,26 derajat Lintang Selatan (LS) dan 114,78 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 71 kilometer barat daya Kuta Selatan, Bali pada kedalaman 34 kilometer.
Gempa bumi itu dirasakan beberapa wilayah di Pulau Dewata yakni di Kuta Selatan, Kuta, Denpasar dan Jembrana.
Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik, lanjut dia, menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami.
Meski begitu, pihaknya mencatat gempa bumi susulan terjadi dengan magnitudo lebih kecil yakni 2,5 pada pukul 18.21 WITA dengan kedalaman 10 kilometer yang berlokasi 78 kilometer barat daya Kuta Selatan.
Baca juga: Gempa bermagnitudo 6,4 guncang Provinsi Davao Oriental di Filipina
Baca juga: Badan Geologi laporkan peningkatan kegempaan Gunung Marapi akhir 2025
"Gempa bumi yang terjadi itu adalah dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut," kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar, Sabtu.
Hasil tersebut diketahui berdasarkan analisis dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter gempa bumi tektonik yang terjadi pada pukul 17.34 WITA.
Episenter terletak pada koordinat 9,26 derajat Lintang Selatan (LS) dan 114,78 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 71 kilometer barat daya Kuta Selatan, Bali pada kedalaman 34 kilometer.
Gempa bumi itu dirasakan beberapa wilayah di Pulau Dewata yakni di Kuta Selatan, Kuta, Denpasar dan Jembrana.
Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik, lanjut dia, menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami.
Meski begitu, pihaknya mencatat gempa bumi susulan terjadi dengan magnitudo lebih kecil yakni 2,5 pada pukul 18.21 WITA dengan kedalaman 10 kilometer yang berlokasi 78 kilometer barat daya Kuta Selatan.
Baca juga: Gempa bermagnitudo 6,4 guncang Provinsi Davao Oriental di Filipina
Baca juga: Badan Geologi laporkan peningkatan kegempaan Gunung Marapi akhir 2025




